TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Gagasan Jawa Barat sebagai Provinsi Madrasah mendapat sambutan, tapi sekaligus diingatkan agar tidak berhenti di baliho dan jargon.
Sekretaris Jenderal PP PGM Indonesia, Asep Rizal Asy’ari, menegaskan ide besar itu harus dibuktikan lewat kerja nyata—terutama dari para guru madrasah yang menjadi ujung tombak di lapangan.
Asep menyebut, konsep tersebut bukan sekadar pemanis pidato, melainkan arah kebijakan yang menuntut keseriusan semua pihak.
Baca Juga:Penyanyi Asal Kota Tasikmalaya Tembus Top 24 The Icon IndonesiaJenazah Pria Ditemukan Mengambang di Kolam Rumah Makan Kota Tasikmalaya
“Kalau hanya berhenti di slogan, ya selesai di spanduk. Tapi kalau serius, ini bisa jadi lompatan besar pendidikan berbasis keagamaan di Jawa Barat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, madrasah harus didorong naik kelas—bukan hanya unggul secara akademik, tapi juga berprestasi di bidang olahraga, penguasaan kitab kuning, hingga tahfidz Al-Qur’an.
Ia menilai, kekhasan madrasah justru menjadi nilai jual yang tak dimiliki lembaga pendidikan lain.
“Madrasah itu punya identitas. Tinggal diperkuat, dipoles, dan diberi panggung. Jangan sampai potensi besar ini malah jalan di tempat,” katanya dengan nada menyentil.
Asep juga menekankan pentingnya profesionalisme guru sebagai fondasi utama.
Tanpa peningkatan kapasitas dan kesejahteraan tenaga pendidik, mimpi besar “Provinsi Madrasah” dikhawatirkan hanya jadi konsep di atas kertas.
Sebagai bakal calon Ketua PW PGM Indonesia Jawa Barat, ia menyatakan siap mengawal gagasan tersebut.
Fokusnya mencakup penguatan kompetensi guru, advokasi kesejahteraan, hingga mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Baca Juga:Bersih-Bersih Vertikal Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Edukasi Safety Tak Lagi di BawahTransformasi Digital JNE Diakui, Logistik Makin Cepat dan Kompetitif
“PGM harus jadi motor, bukan penonton. Guru madrasah harus solid—memperjuangkan hak, sekaligus meningkatkan kualitas. Kalau ini jalan, Jabar bukan hanya disebut Provinsi Madrasah, tapi benar-benar jadi contoh,” tegasnya.
Dengan dukungan lintas pihak, ia optimistis transformasi madrasah di Jawa Barat bisa melaju lebih cepat.
Namun sekali lagi, ia mengingatkan: tanpa eksekusi nyata, gagasan besar akan mudah terjebak jadi retorika. (rezza rizaldi)
