IGRA Kota Tasikmalaya Soroti Ketimpangan Kesejahteraan Guru RA Swasta

igra kota tasikmalaya
Para pengurus PD IGRA Kota Tasikmalaya serta para undangan foto bersama usai mengikuti acara Halal Bihalal di Gedung Green Saboga, Senin (13/4/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – PD IGRA Kota Tasikmalaya menyoroti ketimpangan kesejahteraan antara guru swasta dan guru negeri yang hingga kini masih terjadi. Khususnya, dirasakan para guru Raudhatul Athfal (RA) swasta di daerah.

Ketua PD IGRA Kota Tasikmalaya, Siti Nuryani, menegaskan bahwa persoalan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Menurutnya, para guru swasta memiliki tanggung jawab yang sama dengan guru negeri dalam mendidik anak bangsa, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perhatian yang setara.

“Kita semua kan namanya kan guru ya. Kita mencerdaskan anak yang sama. Kenapa kesejahteraannya tidak sama?” ujarnya saat ditemui Radar usai acara halal bihalal PD IGRA Kota Tasikmalaya di Gedung Green Saboga PD IGRA, Senin (13/4/2026).

Baca Juga:Tambang PAD di Kota Tasikmalaya Bernama Event!Pejabat Pemkab Tasikmalaya Membisu Soal Isu Cashback Pinjaman Rp230 Miliar

Di tengah ketimpangan itu, kata Siti, pemerintah daerah memang telah memberikan perhatian kepada guru RA swasta melalui insentif tahunan. Nilainya Rp600 ribu per orang dalam setahun. Total ada sekitar 900 guru yang tersebar di 141 lembaga RA di Kota Tasikmalaya, menerima insentif itu.

Meski nominalnya belum besar, Siti menilai bantuan tersebut tetap bermakna bagi para guru RA karena menunjukkan adanya kepedulian pemerintah terhadap keberadaan mereka.

“Secara nominal mungkin jauh, tapi buat kami itu merupakan sebuah simbol kepedulian dari pemerintah untuk kami,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih adil bagi guru swasta, sehingga tidak ada lagi perbedaan perlakuan dalam aspek kesejahteraan.

“Kami berharap regulasi itu bisa lahir dan tidak ada lagi dikotomi antara guru swasta dan guru negeri,” katanya.

Halal bihalal tersebut dihadiri para guru dan kepala sekolah RA se-Kota Tasikmalaya, serta menjadi ajang silaturahmi untuk mempererat solidaritas antarpendidik setelah Idulfitri.

“Kami berharap selain tali ikatan silaturahmi ini juga bisa menjadi momen tumbuhnya semangat kami untuk melangkah kembali selanjutnya,” kata Siti. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar