TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Suasana menjelang Muscab PPP Kota Tasikmalaya terasa seperti ruang IGD. Bukan karena banyak yang sakit. Tapi karena ada yang “dinyatakan meninggal” — padahal masih sehat berjalan.
Itulah yang kini ramai dibicarakan di kalangan kader. Khususnya di dua wilayah: Indihiang dan Cipedes.
Perubahan itu datang lewat surat resmi. Bukan bisik-bisik. Bukan pula kabar warung kopi. Ada nomor. Ada tanggal. Ada tanda tangan.
Baca Juga:Tambang PAD di Kota Tasikmalaya Bernama Event!Pejabat Pemkab Tasikmalaya Membisu Soal Isu Cashback Pinjaman Rp230 Miliar
Surat Keputusan DPW PPP Jawa Barat Nomor 015/SK/DPW/K/III/2026 tertanggal 9 Maret 2026 menjadi pemicunya.
Isinya: perubahan susunan dan personalia pengurus harian PAC PPP Indihiang masa bakti 2022–2027.
Yang semula, berdasarkan SK DPW PPP Jawa Barat Nomor 005/SK/DPW/K/III/2022, Ketua PAC Indihiang dijabat Sonny Senjaya.
Sekretaris Buloh Hasbulloh. Bendahara Eva Suryawati Simosir.
Kini berubah. Buloh Hasbulloh naik menjadi Plt Ketua. Ari Supriatna menjadi Plt Sekretaris. Yayat Ruhiyat menjadi Bendahara.
Perubahan serupa juga terjadi di PAC Cipedes. Sebelumnya, kepengurusan PAC Cipedes ditetapkan di Bandung pada 10 Juli 2025. Ketua Didin Muhabidin. Sekretaris Sri Sugiarti. Bendahara Ade Somantri.
SK itu ditandatangani oleh Plt Ketua DPW PPP Jawa Barat H Pepen Saiful Hidayat dan Plt Sekretaris H Zaini Shofari.
Lengkap dengan cap basah DPW.
Kini, lewat SK baru tertanggal sama: 9 Maret 2026, struktur di Cipedes juga berubah. Didin Muhabudin tetap sebagai Ketua. Namun posisi Sekretaris kini diisi Plt Trisna Ruhyan. Bendahara tetap Ade Somantri.
Baca Juga:Malam Guyub STC dan Kapolres Andi!Work From Cafe: Rahasia Tetap Produktif di Tengah Suasana Santai
SK perubahan itu ditandatangani langsung oleh Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, bersama Sekretaris Agus Solihin. Lengkap dengan cap resmi DPW PPP Jawa Barat. Di atas kertas, ini terlihat administratif. Biasa saja.
Rutinitas organisasi. Namun di lapangan, tafsirnya berbeda. Banyak yang merasa perubahan itu datang terlalu dekat dengan jadwal Muscab PPP Kota Tasikmalaya pada 18 April 2026. Terlalu mepet. Terlalu cepat. Terlalu strategis.
Yang membuat suasana semakin panas adalah alasan yang beredar di bawah. Disebut-sebut, pergantian dua PAC itu diduga karena pengurus sebelumnya dianggap telah meninggal dunia.
