Namun di balik rasa bangga, keluarga tetap menanamkan pesan sederhana—yang justru sering dilupakan saat sorotan datang.
“Kami berharap Khansa tetap rendah hati dan terus berkembang,” tambahnya.
Kisah Khansa menjadi semacam “tamparan halus” bagi banyak orang: bahwa mimpi besar tak selalu lahir dari kota besar.
Baca Juga:Jenazah Pria Ditemukan Mengambang di Kolam Rumah Makan Kota TasikmalayaBersih-Bersih Vertikal Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Edukasi Safety Tak Lagi di Bawah
Kota Tasikmalaya kembali membuktikan, talenta daerah bukan kekurangan panggung—hanya sering kurang disorot.
Dan ketika sorotan itu akhirnya datang, yang bertahan bukan yang paling viral, tapi yang paling siap.
Di ujung perjalanan ini, terselip pesan yang sederhana namun relevan di tengah euforia instan:
“Bakat itu anugerah, tapi ketekunan yang membuatnya jadi nyata,” pungkas sang ayah. (rezza rizaldi)
