Bersih-Bersih Vertikal Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Edukasi Safety Tak Lagi di Bawah

clean up vertical Masjid Agung Kota Tasikmalaya
Aksi clean up vertical Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Minggu (12/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

“Masjid jadi bersih, kami juga dapat ilmu penting. Ini bukan sekadar kerja bakti biasa,” ucapnya.

Dukungan juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sandi Lesmana yang ditemui di lokasi kegiatsan.

Ia menekankan pentingnya membangun budaya bersih, bukan hanya aksi seremonial yang rajin difoto, tapi cepat dilupakan.

Baca Juga:Transformasi Digital JNE Diakui, Logistik Makin Cepat dan KompetitifSepi Gagasan di Kota Tasikmalaya? Komunitas Akar Pohon Gugat Pendidikan Kritis

“Kebersihan itu bukan sekadar teknis, tapi budaya. Kalau Masjid Agung jadi episentrum, mudah-mudahan efeknya menular ke masyarakat luas,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator World Cleanup Day Tasikmalaya, Teguh Gusmatara, menyebut kolaborasi lintas komunitas ini sebagai contoh konkret sinergi menjaga lingkungan.

Di sisi keselamatan, Safety Officer kegiatan, Eris Krismayanto, mengingatkan bahwa pekerjaan di ketinggian bukan ruang coba-coba.

“Edukasi keselamatan harus terus digaungkan. Ini penting bukan hanya untuk komunitas, tapi juga pekerja konstruksi hingga instansi,” tegasnya.

Ke depan, TCC menargetkan program serupa berlanjut ke masjid lain di Tasikmalaya.

Harapannya, gerakan ini tak berhenti di kubah yang bersih, tapi juga melahirkan standar baru: bersih yang aman, bukan asal kinclong tapi berisiko.

Karena di kota santri ini, bersih memang bagian dari iman—tapi keselamatan, jangan sampai ketinggalan zaman. (rezza rizaldi)

0 Komentar