Presiden Napoli Minta FIFA dan UEFA Bayar Rp17 Miliar Jika Pemainnya Dipanggil Timnas Sebulan

Aurelio De Laurentiis
Aurelio De Laurentiis Foto: Instagram@officialssnapoli
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, kembali melontarkan kritik tajam terhadap sistem sepak bola internasional.

Dalam wawancara panjang bersama CBS Sports, ia menyoroti berbagai persoalan mulai dari kalender kompetisi, perlindungan pemain, hingga peran FIFA dan UEFA.

De Laurentiis secara tegas mengusulkan perubahan besar, termasuk pengurangan jumlah peserta liga domestik.

Baca Juga:Como Tak Pernah Kalahkan Inter, Fabregas: Kami Besok Datang untuk MenangBenarkah Andy Robertson Akan Gabung AC Milan Usai Tinggalkan Liverpool?

Ia menyebut format 20 tim di Serie A saat ini terlalu padat dan berdampak negatif terhadap kebugaran pemain.

“Saya sudah lama mendorong agar liga kembali ke 16 tim. Dengan begitu, jumlah pertandingan berkurang dan akan ada waktu sekitar dua bulan untuk tim nasional berlatih dengan baik,” ujarnya.

Namun, poin paling kontroversial dari pernyataannya adalah soal kompensasi pemain yang dipanggil membela tim nasional.

Menurutnya, klub seharusnya tidak dirugikan ketika pemain mereka harus meninggalkan klub untuk tugas internasional.

Ia mempertanyakan mengapa hingga saat ini belum ada sistem asuransi yang jelas bagi pemain yang cedera saat memperkuat tim nasional. Baginya, hal tersebut merupakan ketimpangan yang merugikan klub.

“Kalau pemain cedera satu bulan, klub harus mendapat kompensasi. Kalau cedera empat bulan, jumlahnya harus lebih besar. Bahkan jika absen setahun, harus ada dana untuk membeli pengganti dengan kualitas setara,” tegasnya.

Lebih jauh, De Laurentiis mengusulkan skema pembayaran langsung dari FIFA dan UEFA kepada klub.

Baca Juga:Massimo Callegari: Pep Guardiola dan Jose Mourinho Tak Kan Bisa Bangkitkan Sepakbola ItaliaMedia Italia: Spalletti Butuh Gelandang Idaman untuk Kembalikan Mental Pemenang Juventus

Ia memberikan ilustrasi sederhana: jika seorang pemain memiliki gaji €10 juta per tahun, maka federasi harus membayar €1 juta untuk pemakaian selama satu bulan.

Jika dikonversi dengan kurs €1 = Rp17.000, angka tersebut setara sekitar Rp17 miliar.

“Kenapa kami harus memberikan pemain secara gratis? Mereka adalah aset klub, bukan milik federasi,” katanya.

Pernyataan ini memperlihatkan sudut pandang bisnis yang kuat dari De Laurentiis, yang melihat pemain sebagai investasi besar yang harus dilindungi secara finansial.

Selain soal kompensasi, De Laurentiis juga menyinggung praktik yang ia anggap tidak profesional dalam proses pemanggilan pemain tim nasional.

Ia bahkan mengindikasikan adanya kemungkinan kepentingan tertentu di balik pemilihan pemain.

0 Komentar