RADARTASIK.ID – Jurnalis Italia Massimo Callegari menilai wacana mendatangkan pelatih asing untuk membangkitkan sepak bola Italia adalah solusi yang terlalu sederhana untuk persoalan yang jauh lebih kompleks.
Dalam kolom editorialnya di Calciomercato, ia secara tegas menyebut bahkan sosok seperti Pep Guardiola dan José Mourinho tidak akan mampu menjadi jawaban instan bagi krisis yang dialami Italia.
Menurut Callegari, sepak bola Italia saat ini tengah berada dalam fase penuh gejolak emosional usai kembali gagal lolos ke Piala Dunia.
Baca Juga:Media Italia: Spalletti Butuh Gelandang Idaman untuk Kembalikan Mental Pemenang JuventusAC Milan vs Udinese: Allegri Siapkan Formasi Kejutan, Pulisic Cadangan
Berbagai reaksi bermunculan, mulai dari tuntutan perubahan radikal hingga munculnya solusi ekstrem yang sering kali bertentangan satu sama lain.
Ia menyoroti bagaimana hasil buruk di level internasional kerap menjadi pemicu utama lahirnya wacana revolusi.
“Seolah-olah hasil tidak penting, padahal justru hasil negatiflah yang memicu semua tuntutan perubahan,” tulisnya.
Ia mencontohkan bahwa jika Italia mampu meraih hasil positif dalam laga-laga krusial, maka tekanan untuk melakukan perubahan drastis mungkin tidak akan sebesar sekarang.
Callegari juga mengingatkan bahwa perubahan struktural sebenarnya sudah pernah dilakukan, termasuk di tingkat federasi pada 2018.
Namun, langkah tersebut terbukti belum cukup untuk mengembalikan dominasi Italia di panggung sepak bola dunia.
Dalam analisisnya, Callegari menilai menyandingkan nama Guardiola dan Mourinho sebagai kandidat pelatih tim nasional Italia merupakan generalisasi yang keliru.
Keduanya memiliki filosofi, pendekatan, dan perjalanan karier yang sangat berbeda.
Baca Juga:Daftar Pemain Korban Revolusi AS Roma Musim Depan: Dari El Shaarawy Hingga DybalaMedia Italia: Inter Buru Nico Paz, Lazio Sibuk Pertahankan Kenneth Taylor dan Oliver Provstgaard
Guardiola dikenal sebagai arsitek proyek jangka panjang dengan pendekatan taktik yang kompleks dan progresif, sementara Mourinho adalah spesialis hasil instan yang mengandalkan pragmatisme dan mentalitas kompetitif.
Meski berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan: biaya yang sangat tinggi.
Bagi Callegari, faktor finansial menjadi penghalang nyata. Federasi sepak bola Italia dinilai tidak berada dalam posisi ideal untuk menggelontorkan dana besar hanya untuk pelatih, terutama ketika masih banyak aspek lain yang membutuhkan investasi, seperti pembinaan pemain muda.
Lebih jauh, Callegari justru menyoroti kualitas pelatih Italia yang menurutnya masih sangat kompetitif.
Ia menyebut nama-nama seperti Carlo Ancelotti, Massimiliano Allegri, Antonio Conte, Roberto Mancini, hingga Luciano Spalletti sebagai bukti bahwa Italia tidak kekurangan sosok pelatih berkualitas.
