Itu motivasi. Itu penyemangat.
Apalagi organisasi ini bukan organisasi baru. STC sudah berdiri 28 tahun. Usia yang tidak pendek untuk komunitas otomotif.
Silaturahim malam itu bukan acara berdiri sendiri. Itu bagian dari rangkaian kegiatan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, STC menggelar buka puasa bersama anak yatim di kampus Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Tasikmalaya. Komunitas vespa, rupanya, tidak hanya soal knalpot dan karburator. Juga soal kepedulian.
Enan lalu menyampaikan satu rencana penting. Dalam waktu dekat, STC akan menggelar Anniversary ke-28. Tanggalnya sudah ditentukan: 20–21 Juni 2026. Lokasinya di lapangan STIMIK Tasikmalaya.
Baca Juga:59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!
Target pesertanya tidak kecil: 1.000 hingga 1.500 pecinta vespa dari seluruh Indonesia. Angka yang tidak main-main. Kapolres Andi langsung merespons. Tanpa ragu. Ia siap ikut menyukseskan acara tersebut. Kalimatnya sederhana. Tapi terasa tegas.
“Saya doakan semoga semua lancar dan sukses. Tetap tertib di jalan maupun di tempat acara. Karena Kota Tasik ini perlu partisipasi semua pihak dalam menjaganya.” ujarnya. Kalimat itu terasa seperti nasihat seorang sahabat. Bukan hanya sebagai aparat.
Saya membayangkan satu hal. Kadang, kota tidak hanya dijaga dengan patroli. Tapi juga dengan silaturahim. Kadang, ketertiban tidak lahir dari perintah. Tapi dari rasa memiliki.
Malam itu, di sudut Cibeureum, antara tahu krispy dan kebab coklat, antara vespa dan seragam polisi yang sengaja ditanggalkan, terasa satu hal. Hubungan yang cair. Tidak kaku. Tidak berjarak. Dan mungkin—justru di situlah keamanan kota diam-diam dirawat. (red)
