TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (Umtas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi melalui pengembangan riset yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Rektor Umtas, Neni Nuraeni MKep Ns Sp Kep Mat, menyampaikan bahwa isu pangan dan energi tidak bisa hanya dilihat sebagai wacana akademik, melainkan perlu direspons dengan langkah konkret yang melibatkan lintas disiplin ilmu.
Menurutnya, kampus memiliki posisi strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pengembangan ilmu pengetahuan, terutama di daerah.
Baca Juga:59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!
“Umtas memiliki modal akademik yang kuat untuk mendukung swasembada pangan dan energi karena ditopang kolaborasi lintas program studi dan fakultas. Karena itu, arah riset dan pengabdian kami dorong agar realistis, aplikatif, dan sejalan dengan Tri Dharma,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, penguatan riset di Umtas tidak hanya berorientasi pada publikasi ilmiah, tetapi juga diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui integrasi riset, pengabdian, serta program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Dalam sektor pangan, Umtas mengarahkan kontribusi pada penguatan aspek gizi dan kesehatan masyarakat. Edukasi berbasis pangan lokal seperti umbi-umbian, sorgum, dan jagung menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam upaya pencegahan stunting dan anemia.
Melalui Fakultas Ilmu Kesehatan, kampus juga melakukan pendampingan pemanfaatan pekarangan sebagai sumber pangan sehat. Program ini diperkuat dengan keterlibatan Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT) agar ketahanan pangan tidak hanya berfokus pada ketersediaan, tetapi juga kualitas konsumsi keluarga.
Sementara itu, dari sisi teknologi, Umtas mengembangkan berbagai inovasi berbasis kebutuhan lokal. Fakultas Teknik berkolaborasi dengan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dalam menciptakan teknologi tepat guna, mulai dari mesin pengolahan pangan, sistem irigasi tetes sederhana, hingga aplikasi monitoring produksi pangan desa.
Tak hanya pangan, Umtas juga mengembangkan riset di bidang energi terbarukan. Pemanfaatan biogas dari limbah ternak dan rumah tangga, pembangkit listrik tenaga surya skala kecil, hingga pengolahan limbah pertanian menjadi energi alternatif menjadi fokus pengembangan.
Baca Juga:ISU ITU CERMIN BUKAN PALU!Pertarungan di Ka’bah Hijau: Muda Melawan Tua, Masa Depan Dipertaruhkan!
Selain itu, aspek kesehatan lingkungan turut menjadi perhatian. Edukasi penggunaan energi bersih serta kajian dampak polusi udara dalam rumah tangga dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
