BANJAR, RADARTASIK.ID – Tembok Penahan Tebing (TPT) setinggi 6 meter longsor. Lokasinya tepat di belakang rumah milik Rasih (47) dan Budi (48), warga Blok Katapang, Kelurahan Karangpanimbal, Kecamatan Purwaharja. Peristiwa itu terjadi ketika Banjar diguyur hujan deras pada Rabu (1/4/2026) malam.
Rasih mengatakan, saat kejadian dirinya bersama keluarga sedang tertidur. Ia baru mengetahui peristiwa itu keesokan harinya ketika material sudah menutup drainase di belakang rumah.
“Tinggi TPT sekitar 6 meter dan lebar 7 meter yang longsor, hingga material menutupi drainase dan ke balong (kolam ikan, red),” ucapnya Jumat (10/4/2026).
Baca Juga:59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!
Menurutnya, tiga hari sebelum kejadian sempat terdengar suara sesuatu yang ambruk di bagian belakang rumah kosong yang ada di sebelahnya. Namun suara itu tidak dia hiraukan. Setelah hujan deras turun berturut-turut selama tiga hari, TPT di belakang rumahnya akhirnya ikut longsor. Rumahnya kini terancam. Saat ini, perbaikan sudah mulai dilakukan, namun belum rampung karena keterbatasan material.
“Lagi diperbaiki sama tukang, dikhawatirkan terjadi longsor susulan jika dibiarkan begitu saja. Apalagi sudah seminggu lebih,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Karangpanimbal, Purnama Sari, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD dan Dinas PUTR Kota Banjar karena lokasi TPT berada di saluran irigasi.
“Kita sudah koordinasi untuk dilakukan perbaikan, karena jika tidak maka dikhawatirkan terjadi longsor susulan,” terangnya.
Ia menambahkan, saat kejadian awal, pihak kelurahan bersama stakeholder terkait dan warga setempat telah melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsoran. (Anto Sugiarto)
