TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Tebing di kawasan kebun teh, Kampung ACD, Desa Banyuasih, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya longsor dan menimbun badan jalan penghubung Taraju–Bojonggambir, Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 14.15 WIB. Longsor dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Material longsor berupa tanah merah, akar pohon, dan tanaman teh menutup akses jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas. Arus lalu lintas dari kedua arah pun terhenti.
Petugas dari Polsek Taraju bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi dengan peralatan seadanya. Kapolsek Taraju AKP Ali Mustofa turun langsung memimpin proses evakuasi.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Jadi kita upayakan dulu dengan pembersihan material longsornya dengan alat seadanya, supaya bisa kembali dilalui oleh kendaraan roda empat dulu,” terang Kapolsek Taraju AKP Ali Mustofa.
Ia menjelaskan, meskipun panjang titik longsoran tidak terlalu besar, proses pembersihan terkendala material tanah yang bercampur akar tanaman.
“Jadi lamanya proses evakuasi tanah longsor dan akar tanaman sehingga menyebabkan terjadinya antrian kendaraan yang cukup panjang, baik dari arah Taraju menuju Bojonggambir maupun sebaliknya,” ungkap dia.
Setelah hampir tiga jam penanganan, akses jalan mulai terbuka, meski masih terbatas untuk satu kendaraan secara bergantian.
“Kita atur satu kendaraan saja dulu, sambil terus kita bersihkan tanah yang masih menimbun jalan supaya tidak terjadi penumpukan arus kendaraan, jadi jalan berangsur pulih bisa kembali dilalui kendaraan,” tambah dia.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, menyebut longsor terjadi akibat kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras. Material longsoran diperkirakan memiliki tinggi sekitar 10 meter, panjang 20 meter, lebar 4 meter, dan ketebalan 2 meter, sehingga sempat menutup total akses jalan.
“Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat sempat tidak dapat melintas di jalur tersebut,” jelas dia.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Penanganan dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TAGANA, TNI, Polri, DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, serta pemerintah desa dan kecamatan setempat melalui koordinasi cepat di lapangan.
