Guru Yayasan Pendidikan Nurul Ilmi TAAM–TK Al-Qur’an, Sri Faridah mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai program ini memberi manfaat nyata, bukan sekadar agenda formalitas yang datang dan pergi.
Salah satu wali murid juga merasakan hal serupa. Ia mengaku mendapatkan perspektif baru soal pengasuhan.
“Anak-anak senang, kita juga dapat ilmu. Ternyata banyak hal sederhana yang sebelumnya tidak kepikiran,” tuturnya.
Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya Dimulai, Sidak Viman Temukan AC Ruangan Bidang Masih MenyalaDatangi Sekre STC, Diky Candra Jadi Komeng!
Program Bestari seolah menegaskan satu hal: meningkatkan kualitas pengasuhan tidak harus menunggu program besar.
Justru dari rutinitas kecil di rumah, masa depan anak mulai dibentuk—atau diabaikan. (ayu sabrina barokah)
