Olah Kecerdasan Emosional, Kemenag Banjar Gelar Workshop untuk Tenaga Pendidik dan Kependidikan

kemenag kota banjar
Tenaga Pendidik dan Kependidikan di lingkungan Kemenag Kota Banjar saat di ikuti workshop, Jumat (10/4/2026) di aula MAN 1 Banjar. (Anto Sugiarto /radartasik.id)
0 Komentar

BANJAR, RADARTASIK.ID – Ratusan tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar mengikuti workshop yang digelar di aula MAN 1 Banjar, Jumat (10/4/2026).

Ketua pelaksana, Ogi Lesmana, mengatakan workshop tersebut bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan Kemenag.

“Diikuti sebanyak 193 orang, terdiri dari 7 kepala sekolah dan sisanya 186 guru baik PNS maupun PPPK,” ucapnya kepada awak media.

Baca Juga:59 Siswa MAN 1 Tasikmalaya Lolos SPAN-PTKIN 2026Agus Wahyudin Memilih Tidak Bertarung!

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi sarana motivasi untuk meningkatkan kecerdasan emosional dan ketahanan diri para peserta.

Dengan demikian, para tenaga pendidik diharapkan memiliki kesadaran diri yang lebih baik dalam menjalankan tugasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan peran fasilitator yang mampu membantu meningkatkan aspek emosional.

Selain itu, diperlukan pula media serta peran motivator guna memperkuat kesiapan emosional tenaga pendidik sebelum menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

“Khusus untuk para pendidik PNS bisa menjalankan kewajiban, berdasarkan kesadaran dan ketulusan dari masing-masing individu,” terangnya.

Menurutnya, workshop ini juga terintegrasi dengan program Kemenag dalam upaya peningkatan SDM serta penyesuaian dengan ekosistem yang ada.

Dampak dari kegiatan ini diharapkan dapat dirasakan oleh siswa, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi yang menuntut peningkatan kepekaan sosial.

Baca Juga:ISU ITU CERMIN BUKAN PALU!Pertarungan di Ka’bah Hijau: Muda Melawan Tua, Masa Depan Dipertaruhkan!

Para siswa diharapkan tidak bersikap individualistis dan tetap memiliki kepedulian terhadap keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

“Penerapan ini merupakan metode motivasi ke tenaga pendidik, supaya jadi manusia yang peduli terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan,” ujarnya.

Dengan pola pembinaan seperti ini, kecerdasan emosional tenaga pendidik dan kependidikan diharapkan dapat terjaga dan dikontrol dengan baik. (Anto Sugiarto)

0 Komentar