RADARTASIK.ID— Sabtu (11/4) malam pukul 19.00 WIB, Persija Jakarta akan menjalani laga sengit. Persija akan menjamu Persebaya di Stadion Utama Gelora Bung Karno atau SUGBK Jakarta.
Bagi Persija, pertandingan Persija vs Persebaya pada pekan ke-27 ini menjadi salah satu titik krusial dalam perjalanan musim.
Tim ibu kota kini bertengger di peringkat ketiga klasemen sementara, terpaut lima poin dari Borneo FC di posisi kedua dan sembilan angka dari Persib Bandung yang masih kokoh di puncak.
Baca Juga:Prediksi Persija vs Persebaya Akan Sengit, Bernardo Tavares Minta Anak Asuhnya Bermain Disiplin Persija vs Persebaya Sarat Gengsi dan Aroma Laga Klasik, Bernardo Tavares Tingkatkan Fisik Skuad Bajul Ijo
Jarak itu memang belum menutup peluang, tetapi setiap laga kini terasa seperti final.
Satu hasil yang meleset bisa membuat langkah mereka semakin berat di sisa musim.
Kesadaran itulah yang kini terasa kuat di ruang ganti Persija.
Para pemain memahami bahwa tidak ada lagi ruang untuk kehilangan fokus jika ingin terus menekan tim-tim di atasnya.
Bek kiri Persija, Dony Tri Pamungkas, menegaskan pentingnya kesiapan mental dan fisik tim untuk menghadapi setiap pertandingan yang tersisa.
“Semua pemain harus siap menatap pertandingan-pertandingan ke depan,” ujar pemain timnas Indonesia yang pernah dibidik Persib Bandung ini.
Nada optimistis juga datang dari bek senior Jordi Amat.
Pemain naturalisasi itu menilai persaingan belum berakhir dan peluang untuk memperbaiki posisi masih sangat terbuka.
Dengan delapan pertandingan tersisa, Jordi melihat kompetisi masih menyimpan banyak kemungkinan.
Baginya, kunci utama adalah menjaga konsistensi hingga peluit akhir musim.
Baca Juga:Persib Tegaskan Suporter Bali United Dilarang ke Stadion GBLA, Alasan dan Penyebabnya Sangat JelasFiks, Timnas Indonesia Akan Lakoni FIFA Matchday Juni 2026, 2 Pemain Grade A Baru Sedang Dibidik
“Kami masih memiliki delapan pertandingan tersisa. Segalanya bisa terjadi,” ujarnya.
“Sangat penting untuk menyelesaikannya dengan baik. Jadi kami ingin memberikan yang terbaik di pertandingan-pertandingan terakhir ini,” kata Jordi.
Pernyataan itu menggambarkan keyakinan yang masih terjaga di kubu Macan Kemayoran.
Di tengah tekanan untuk terus meraih kemenangan, Persija berupaya menjaga ritme permainan sekaligus memaksimalkan dukungan yang selalu mengalir dari tribun GBK.
Lebih dari sekadar duel di atas lapangan, laga melawan Persebaya juga menjadi momentum emosional bagi Persija dan para suporternya.
Jordi Amat secara khusus menyampaikan apresiasi kepada The Jakmania yang tak pernah lelah memberikan dukungan sejak awal musim.
