RADARTASIK.ID – Ariedo Braida kembali angkat bicara mengenai kondisi sepak bola Italia yang tengah menjadi sorotan.
Dalam wawancara bersama Messaggero Veneto, pria yang kini menjabat sebagai wakil presiden klub Serie C, Ravenna, itu menyoroti krisis yang sedang melanda sistem sepak bola Negeri Pizza, sekaligus menawarkan sejumlah solusi jangka panjang.
Kekhawatiran itu muncul usai kegagalan Timnas Italia dalam laga krusial melawan Bosnia, yang berujung kekalahan melalui adu penalti pada babak playoff kualifikasi Piala Dunia.
Baca Juga:Media Italia: Luciano Spalletti Setuju Perpanjang Kontrak dengan JuventusDeco Tak Tertarik Boyong Rafael Leao ke Barcelona
Hasil tersebut kembali membuka luka lama sekaligus mempertegas bahwa ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan dalam struktur sepak bola Italia.
Menurut Braida, masalah utama bukanlah kehadiran pemain asing seperti yang kerap diperdebatkan.
Ia justru menilai bahwa minimnya pemain lokal yang mendapatkan kesempatan bermain menjadi akar persoalan yang sesungguhnya.
“Tidak ada yang punya tongkat sihir untuk menyelesaikan masalah ini secara instan. Persoalan liga kita bukan soal banyaknya pemain asing, melainkan sedikitnya pemain Italia yang benar-benar bermain,” ujarnya dikutip dari Tuttomercatoweb.
Braida kemudian mengusulkan langkah konkret yang dinilai bisa menjadi fondasi kebangkitan sepak bola Italia.
Salah satunya adalah pembentukan sekolah pelatih permanen yang bertujuan mencetak instruktur berkualitas sejak level dasar.
Menurutnya, sistem pembinaan harus dimulai dari pengajar yang benar-benar memahami metode pelatihan modern.
Baca Juga:Siapa Jacopo Mirra? Kapten Primavera AS Roma yang Dibawa Gasperini Melawan PisaFans Marseille Ingin Pavard Pulang ke Inter, AS Roma Tunda Perpanjangan Kontrak Mancini dan Cristante
Dengan demikian, para pemain muda bisa mendapatkan pendidikan sepak bola yang tepat sejak dini.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pembangunan akademi dan pusat pelatihan yang terstruktur.
Ide ini sebenarnya bukan hal baru, karena sebelumnya sempat digaungkan oleh mendiang Carlo Tavecchio saat masih menjabat sebagai presiden federasi.
“Fondasi itu penting. Kita harus membangun akademi dan pusat pelatihan yang kuat. Tapi lebih dari itu, kita juga butuh ide besar dan sosok-sosok berkualitas,” lanjutnya.
Dalam konteks tersebut, Braida mencontohkan langkah FIFA yang merekrut Arsène Wenger untuk mengembangkan sepak bola global.
Ia menilai pendekatan serupa bisa diterapkan di Italia dengan melibatkan mantan pemain top sebagai bagian dari sistem.
