TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 206 mahasiswa Program Studi PGSD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) 2026.
Kegiatan ini digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya sebagai upaya serius memperkuat kualitas calon pembina pramuka di lingkungan pendidikan dasar.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula UPI Kampus Tasikmalaya, Jumat (10/4/2026), dihadiri unsur pimpinan kampus, jajaran Kwarcab, serta pelatih dari Korps Nayasilana.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Kirim Wakil LCC Empat Pilar, Persiapan Minim Tetap OptimistisWFH ASN Kota Tasikmalaya Dimulai, Sidak Viman Temukan AC Ruangan Bidang Masih Menyala
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Tasikmalaya, H Muhammad Yusuf, menekankan bahwa KMD bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi membangun kapasitas mahasiswa—terutama dalam pendidikan karakter berbasis kepramukaan.
“Mahasiswa tidak cukup hanya paham teori. KMD ini menjadi ruang latihan untuk membentuk pembina yang siap terjun, sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan kebutuhan pembangunan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak menjalani kursus ini setengah hati. Disiplin, kesungguhan, dan tanggung jawab disebutnya sebagai “kurikulum tak tertulis” yang justru menentukan kualitas lulusan KMD.
Di sisi lain, Kwarcab melihat mahasiswa PGSD sebagai simpul penting dalam regenerasi pembina pramuka.
Mereka dinilai punya posisi strategis untuk menanamkan nilai-nilai kepramukaan sejak dini di sekolah dasar—bukan sekadar formalitas ekstrakurikuler, tetapi sebagai fondasi karakter.
Dengan mengusung semangat “Sigap Berkarya, Sigap Terdepan”, KMD 2026 diharapkan tak berhenti pada seremoni pembukaan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya pembina pramuka yang benar-benar siap pakai—bukan hanya siap dilantik. (firgiawan)
