Tiga Desa di Kabupaten Ciamis Jadi Pelopor Program Desa Cantik 2026

Desa Cantik Ciamis
Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi hadir dalam pencanangan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Aula Kantor BPS Ciamis, Rabu (8/4/2026). (Istimewa For Radartasik.id)
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID — Badan Pusat Statistik (BPS) Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis mencanangkan program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tahun 2026 di Aula Kantor BPS Ciamis, Rabu (8/4/2026). Program ini difokuskan untuk memperkuat pembangunan desa melalui pengelolaan data yang akurat dan terstruktur.

Program Desa Cantik merupakan inovasi BPS yang bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola, menganalisis, hingga memanfaatkan data statistik sebagai dasar perencanaan pembangunan.

“Melalui program ini, desa didorong menghasilkan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan untuk mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” kata Kepala BPS Kabupaten Ciamis, Ahmad Lukman di Aula Kantor BPS Ciamis, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

Pelaksanaan program ini juga menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia nomor 6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan. Kegiatan pembinaan dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Juli 2026.

“Melalui pembekalan bagi desa-desa mengenai pengelolaan data sektoral, penguatan literasi statistik dan pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan data desa,” ujarnya.

Sebagai tahap lanjutan dari program sejak 2021, tahun ini BPS Ciamis mencanangkan tiga desa sebagai peserta. Desa-desa tersebut diharapkan melanjutkan estafet desa berbasis data yang telah berjalan sebelumnya.

“Rencananya ada tiga desa yang dicanangkan hari ini merupakan lanjutan estafet dari desa-desa hebat sebelumnya sejak tahun 2021. Tiga desa ini menapaki jejak untuk menjadi pelopor desa berbasis data selanjutnya,” katanya.

Sekretaris Daerah Ciamis, Andang Firman Triyadi, menegaskan bahwa data kini menjadi kebutuhan dasar hingga tingkat desa, bukan lagi hanya di level kabupaten.

“Mengingat desa saat ini sebagai ujung tombak pembangunan harus mampu menghadirkan data yang akurat, valid, dan bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Desa Cantik menjadi instrumen penting untuk mendorong kemandirian desa dalam menentukan arah pembangunan berbasis data yang dikumpulkan dan dianalisis secara mandiri.

Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim

“Mari kita bangun budaya berbasis data mulai dari desa,” katanya.

Ia juga mengingatkan kepala desa dan perangkat desa agar tidak memandang data sebagai beban administratif, melainkan sebagai alat strategis dalam perencanaan dan penganggaran.

0 Komentar