Di sinilah dilema muncul. Dengan kondisi finansial klub yang masih belum sepenuhnya stabil, Barcelona harus sangat selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Jika mereka memutuskan untuk mempermanenkan Rashford, maka peluang mendatangkan Leão otomatis akan menipis.
Sebaliknya, jika opsi pembelian Rashford tidak diaktifkan, maka Leão bisa kembali menjadi target utama di posisi sayap kiri.
Baca Juga:Pemilik AS Roma Pertahankan Trio Gasperini, Massara dan Ranieri: Dybala dan Pellegrini Dipersilakan HengkangDaftar Pencetak Gol Terbanyak Eropa: Mbappe Samai Rekor Pippo Inzaghi dan Ronaldo
Dari sisi Milan, potensi penjualan Leão juga berkaitan erat dengan strategi finansial klub. Selain nilai transfer besar yang bisa didapatkan, Rossoneri juga berpeluang mengurangi beban gaji yang cukup tinggi.
Saat ini, Leão diketahui menerima gaji bersih sekitar €7 juta per tahun, atau setara Rp119 miliar termasuk bonus.
Angka tersebut menjadikannya salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di skuad Milan.
Dalam skenario negosiasi dengan Barcelona, Milan bahkan disebut terbuka terhadap opsi pertukaran pemain sebagai bagian dari kesepakatan.
Hal ini bisa menjadi solusi bagi kedua klub yang sama-sama ingin menjaga keseimbangan neraca keuangan mereka.
Kini, masa depan Rafael Leão berada di persimpangan jalan. Keputusan Barcelona terkait Marcus Rashford akan menjadi kunci utama yang menentukan arah karier sang winger.
Apakah Leão akan benar-benar meninggalkan San Siro dan memulai petualangan baru di Camp Nou? Ataukah ia tetap bertahan dan mencoba membuktikan diri kembali sebagai bintang utama Milan?
Baca Juga:Intip Gaji Fantastis Ancelotti Usai Perpanjang Kontrak dengan Timnas BrasilResep Rahasia Arteta Bangkitkan Arsenal: Sewa Tentara, Pencopet, dan Tanam Pohon Zaitun di Markas Latihan
Jawabannya akan terungkap dalam beberapa bulan ke depan, saat bursa transfer musim panas resmi dibuka dan domino transfer mulai bergerak.
