Kecewa Cuma Dua Pemain yang Berikan Ucapan Paskah, Presiden Klub Italia Umumkan Mundur Lewat Facebook

Frattese
Ilustrasi logo klub Frattese  Foto: Tangkapan layar Instagram@officialfrattesecalcio
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Keputusan mengejutkan datang dari dunia sepak bola Italia level amatir usai Presiden klub Frattese, Rocco D’Errico, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan tersebut diumumkan langsung melalui media sosial Facebook, disertai pernyataan emosional yang memicu perhatian luas.

D’Errico mengaku terpaksa meninggalkan klub yang saat ini berlaga di kompetisi Eccellenza—level liga regional di Italia—karena kecewa dengan sikap pemainnya.

Baca Juga:Hasil Liga Champions: PSG Tekuk Liverpool, Atletico Tumbangkan Barcelona di Camp NouLaporta Ingin Boyong Leao ke Barcelona, AC Milan Buka Opsi Barter Pemain

Ia menilai lingkungan sepak bola saat ini sudah jauh dari nilai-nilai yang selama ini ia pegang teguh.

Dalam pernyataan resminya, D’Errico menyebut pengunduran dirinya sebagai keputusan final yang tidak bisa diganggu gugat.

Ia mengaku telah menginvestasikan waktu, tenaga, dan sumber daya yang besar demi menjaga kehormatan klub dan kota yang diwakilinya.

“Dengan martabat yang selalu saya pegang dan hati yang penuh kepahitan, saya mengumumkan pengunduran diri saya yang tidak dapat dibatalkan sebagai Presiden Frattese,” tulisnya.

Dalam pernyataan panjangnya, D’Errico tak hanya mengumumkan mundur, tetapi juga melontarkan kritik tajam terhadap berbagai aspek di dalam klub, terutama perilaku para pemain.

Ia menyoroti apa yang ia sebut sebagai “anarki pemain”, yakni tindakan sejumlah pemain yang secara sepihak membuat pernyataan di media sosial tanpa melalui manajemen klub.

Menurutnya, tindakan tersebut tidak hanya tidak profesional, tetapi juga merusak hubungan kelembagaan klub.

Baca Juga:Pemilik AS Roma Pertahankan Trio Gasperini, Massara dan Ranieri: Dybala dan Pellegrini Dipersilakan HengkangDaftar Pencetak Gol Terbanyak Eropa: Mbappe Samai Rekor Pippo Inzaghi dan Ronaldo

“Jika seorang pemain merasa bisa berpolitik di dunia sepak bola ketimbang fokus bermain di lapangan, maka ia telah kehilangan profesionalismenya,” tegas D’Errico.

Tak berhenti di situ, ia juga mengungkapkan kekecewaan secara personal yang cukup mengejutkan.

Dari seluruh skuad, hanya dua pemain yang memberikan ucapan selamat Paskah kepadanya.

Bagi D’Errico, hal tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari hilangnya nilai kemanusiaan dalam sepak bola modern.

“Olahraga ini dibangun oleh manusia, sebelum atlet. Namun hari ini, sisi kemanusiaan itu seolah hilang. Sangat menyedihkan melihat dari seluruh tim, hanya dua pemain yang memiliki kesopanan untuk mengirimkan ucapan Paskah,” tulisnya.

0 Komentar