Gol tersebut lahir dari situasi bola mati setelah bek muda Barcelona, Pau Cubarsí, diganjar kartu merah usai melanggar Giuliano Simeone di dekat kotak penalti.
Awalnya hanya kartu kuning, namun VAR mengubah keputusan menjadi kartu merah langsung.
Unggul jumlah pemain membuat Atlético semakin leluasa mengontrol permainan. Barcelona yang dilatih Hansi Flick mencoba bangkit di babak kedua dengan perubahan taktik.
Baca Juga:Laporta Ingin Boyong Leao ke Barcelona, AC Milan Buka Opsi Barter PemainPemilik AS Roma Pertahankan Trio Gasperini, Massara dan Ranieri: Dybala dan Pellegrini Dipersilakan Hengkang
Marcus Rashford dipasang sebagai penyerang tengah, didukung Lamine Yamal di sisi sayap. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk membongkar pertahanan solid Atlético.
Alih-alih menyamakan kedudukan, Barcelona justru kembali kebobolan pada menit ke-70.
Alexander Sørloth yang masuk sebagai pemain pengganti sukses memaksimalkan umpan silang dari Matteo Ruggeri.
Kemenangan ini menjadi hasil penting bagi Atlético yang kini berada di atas angin untuk melangkah ke semifinal.
Sementara itu, Barcelona harus mencari keajaiban di leg kedua jika ingin membalikkan defisit dua gol.
Papan Skor: Barcelona 0-2 Atlético Madrid
Gol: Álvarez (45’), Sørloth (70’)
Dengan hasil ini, peta persaingan menuju semifinal Liga Champions semakin menarik.
PSG dan Atlético Madrid untuk sementara memegang kendali, namun segalanya masih bisa berubah pada leg kedua yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
