Terbatas Alat, SMPN 7 Tasikmalaya Gelar TKA Selama Empat Hari

TKA SMPN 7 Tasikmalaya 2026
Suasana pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik di SMPN 7 Tasikmalaya, Rabu (8/4/2026). (Fitriah Widayanti/radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sebanyak 154 siswa kelas IX SMPN 7 Tasikmalaya mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Tes dilaksanakan selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 6–9 April 2026.

Kepala SMPN 7 Tasikmalaya, Ade Mohamad Supriyadi, mengatakan pelaksanaan dilakukan dalam beberapa sesi karena keterbatasan perangkat komputer di sekolah.

Menurut Ade, secara ideal TKA dapat diselenggarakan dalam dua hari. Namun, dengan jumlah perangkat yang terbatas, pihak sekolah harus menyesuaikan jadwal agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian.

Baca Juga:ISU ITU CERMIN BUKAN PALU!Pertarungan di Ka’bah Hijau: Muda Melawan Tua, Masa Depan Dipertaruhkan!

“Idealnya dua hari, karena di SMPN 7 jumlah komputernya sedikit, jadi dilaksanakan empat hari. Chromebook ada 15, kalau komputer duduknya 23, cuma yang dipakainya itu 25,” ungkapnya kepada Radar, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, untuk mengakomodasi seluruh peserta, pelaksanaan TKA dibagi ke dalam beberapa sesi setiap harinya. Pada hari pertama dan kedua, ujian berlangsung dalam empat sesi dari pagi hingga sore. Sementara itu, pada hari ketiga dan keempat, pelaksanaan dibagi menjadi tiga sesi.

Lebih lanjut, Ade menyebutkan materi yang diujikan dalam TKA meliputi Bahasa Indonesia dan matematika dengan pendekatan literasi dan numerasi. Selain itu, terdapat pula soal survei lingkungan belajar yang serupa dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

“Soalnya tentang literasi dan numerasi. Ada juga soal survei lingkungan belajar seperti di ANBK,” katanya.

Sebelum pelaksanaan, pihak sekolah juga telah melakukan berbagai persiapan, di antaranya gladi bersih dan pemantapan materi bagi siswa. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan sesuai rencana.

Selama pelaksanaan, Ade menyampaikan bahwa kegiatan TKA berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti. Ia menilai kesiapan siswa maupun dukungan sarana yang ada sudah cukup membantu kelancaran ujian meski dilaksanakan secara bergantian.

Ke depan, ia berharap hasil yang diperoleh siswa tidak hanya mencerminkan kemampuan akademik, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. (Fitriah Widayanti)

0 Komentar