RADARTASIK.ID – Tidak pernah ada momen membosankan di sekitar pusat latihan Arsenal sejak Mikel Arteta mengambil alih kursi pelatih pada 2019.
Dalam kurun waktu tersebut, Arteta telah memimpin lebih dari 300 pertandingan, mempersembahkan trofi FA Cup 2020 serta FA Community Shield pada 2020 dan 2023, sekaligus mengembalikan The Gunners ke jalur persaingan papan atas Liga Inggris.
Musim ini, Arsenal kembali menjadi penantang serius gelar liga, meski sempat mengalami kekecewaan setelah gagal di final EFL Cup dan tersingkir dari ajang FA Cup.
Baca Juga:Diramal Tak Lolos ke Liga Champions, AS Roma Butuh Sentuhan Ajaib Mile SvilarOaktree Minta Inter Orbitkan Pemain Muda, Bidik Guglielmo Vicario untuk Gantikan Sommer
Namun di balik performa kompetitif tersebut, ada satu hal yang membuat Arteta berbeda dari pelatih lain: metode latihannya yang unik, eksperimental, dan sering kali tak terduga.
Menjelang laga besar di Liga Champions melawan melawan Sporting CP yang berakhir 1-0 untuk kemenangan The Gunners, Arteta memperkenalkan latihan keseimbangan yang tidak biasa.
Para pemain diminta mengeksekusi penalti sambil menjaga keseimbangan dalam lingkaran kecil.
Latihan ini bukan sekadar gimmick, melainkan dirancang untuk meningkatkan fokus, kontrol, dan ketenangan dalam situasi tekanan tinggi.
Tak berhenti di situ, Arteta juga pernah meminta bantuan Royal Air Force (RAF). Tujuannya terdengar sederhana, tetapi krusial: memperbaiki komunikasi di lapangan.
Menurutnya, pilot tempur terbiasa menyampaikan pesan secara cepat, singkat, dan tepat—sebuah keterampilan yang sangat penting dalam sepak bola modern yang serba cepat.
Pendekatan nyentrik lainnya adalah “permainan polisi dan perampok.” Dalam sebuah makan malam tim, Arteta secara diam-diam menyewa pencopet profesional untuk beraksi di tengah para pemain.
Baca Juga:Daftar Pelatih dan Pemain Terbaik Serie A: Fabregas Kalahkan ChivuSpalletti Minta Juventus Datangkan Kiper Liverpool
Hasilnya? Para pemain dipaksa untuk selalu waspada, bahkan di luar lapangan. Ini menjadi cara unik untuk menanamkan mental siaga dan fokus sepanjang waktu.
Di sisi lain, Arteta juga memperhatikan aspek emosional tim. Sejak 2023, seekor anjing Labrador bernama “Win” menjadi bagian dari keluarga Arsenal.
Kehadiran hewan peliharaan ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antar pemain, menciptakan suasana hangat, serta menumbuhkan rasa saling peduli di dalam skuad.
Momen ikonik lainnya terjadi di ruang ganti. Dalam sebuah pidato sebelum pertandingan, Arteta pernah menggunakan bola lampu sebagai alat peraga.
