Ia mengingatkan, peningkatan kapasitas NGO harus diimbangi dengan keterbukaan pemerintah agar aspirasi yang disampaikan secara digital tidak berujung buntu.
“Kalau NGO sudah pintar, tapi pemerintahnya tidak siap, ya percuma. Aspirasi akan tersumbat,” sindirnya.
Tantan juga menyoroti pentingnya seleksi dan pembinaan NGO agar tidak sekadar aktif, tetapi juga kredibel.
Baca Juga:ASN Kota Tasikmalaya Wajib Hemat Energi, DPRD: Jangan Sampai Jadi Beban Baru yang Mengganggu PelayananRSUD Dewi Sartika Kota Tasikmalaya Mulai Layani BPJS Walaupun Modal Masih Seret
Dengan begitu, keberadaan ratusan NGO di daerah tidak lagi dianggap membebani pemerintah, melainkan menjadi mitra strategis dalam pembangunan.
Program STRONG-CS sendiri akan berlangsung sekitar satu hingga satu setengah bulan, dengan target mencetak organisasi masyarakat sipil yang adaptif di era digital.
Alih-alih memenuhi jalanan dengan spanduk dan aksi konvensional, REDEF mendorong gerakan yang lebih “sunyi tapi berdampak”—kuat di data, tajam di narasi, dan etis di ruang digital. (rezza rizaldi)
