RADARTASIK.ID— Perjalanan Bali United FC di BRI Super League 2025/26 memang tidak selalu berjalan mulus.
Ada fase ketika performa tim sempat tersendat, hasil tak sesuai harapan, hingga tekanan yang terus mengiringi langkah mereka.
Namun, di tengah situasi yang tidak ideal, Serdadu Tridatu perlahan menemukan kembali ritme terbaiknya pada momentum yang tepat: menjelang laga krusial pekan ke-27 menghadapi Persib Bandung dalam laga Persib vs Bali United.
Baca Juga:Patut Dicontoh, Skuad Persib Memilih Tetap Menapak Bumi, Meski Peluang Juara Semakin DekatSaat Langkah Persija Terpeleset, Kenapa Bojan Hodak Minta Skuad Bojan Hodak Tetap Siaga 1? Ini Jawabannya
Sinyal kebangkitan itu terlihat jelas pada pertandingan sebelumnya. Bali United tampil menggila saat membungkam PSBS Biak dengan skor telak 6-1.
Kemenangan besar tersebut terasa lebih istimewa sekaligus emosional karena diraih di kandang sendiri tanpa kehadiran penonton akibat sanksi yang dijatuhkan kepada klub.
Meski tribun kosong dan atmosfer stadion kehilangan denyut suporter, Bali United justru menunjukkan karakter tim besar.
Mereka tampil agresif sejak menit awal, bermain tajam, dan nyaris tanpa ampun dalam memanfaatkan setiap peluang.
Kemenangan meyakinkan itu lahir dari kontribusi kolektif seluruh lini, namun beberapa nama tampil menonjol.
Salah satunya adalah bek asal Brasil, Joao Ferrari, yang mencuri perhatian lewat dua golnya—sebuah catatan impresif untuk pemain yang beroperasi di jantung pertahanan.
Joao mengaku gembira bisa memberi kontribusi nyata bagi tim, tetapi ia menegaskan bahwa kemenangan tetap menjadi prioritas utama.
Baca Juga:Di Tengah Badai Persija, Fabio Calonego Berterima Kasih ke The Jakmania karena Hal IniJelang Lawan Persib, Pelatih Bali United Bocorkan Taktiknya yang Bisa Jadi Santapan Bojan Hodak di GBLA
“Saya sangat senang bisa mencetak dua gol dan membantu tim,” ujarnya.
“Namun yang terpenting saat ini adalah kemenangan tim, bukan soal saya bisa mencetak gol,” kata dia.
“Semoga pada pertandingan berikutnya hasil positif bisa kami peroleh,” ujar Joao.
Dua gol tersebut membuat koleksi gol Joao musim ini bertambah menjadi tiga dari 26 pertandingan yang telah dijalani.
Sebuah kontribusi yang tidak hanya penting dari sisi angka, tetapi juga menunjukkan peran besarnya dalam situasi bola mati dan transisi menyerang.
Gol-gol itu, kata Joao, dipersembahkan untuk orang-orang terdekat yang selalu memberi dukungan, sekaligus untuk seluruh tim yang telah berjuang bersama di lapangan.
