Namun, hubungan keduanya disebut tidak berjalan mulus. Gasperini dikabarkan kurang menyukai keterlibatan terbatas Ranieri di pusat latihan Trigoria.
Di antara dinamika tersebut, Massara memainkan peran penting sebagai penyeimbang.
Ia menjadi jembatan komunikasi antara pelatih dan manajemen, sekaligus figur yang berusaha menjaga stabilitas internal klub.
Dalam urusan transfer, perbedaan pandangan juga kerap muncul.
Gasperini sempat memberi lampu hijau untuk melepas pemain demi mendatangkan target seperti Jadon Sancho, namun rencana itu diblokir oleh manajemen.
Baca Juga:Diramal Tak Lolos ke Liga Champions, AS Roma Butuh Sentuhan Ajaib Mile SvilarOaktree Minta Inter Orbitkan Pemain Muda, Bidik Guglielmo Vicario untuk Gantikan Sommer
Sejumlah nama lain seperti Rios, Rowe, Fabio Silva, Boga hingga Joshua Zirkzee juga menjadi bagian dari daftar perbedaan pendapat antara pelatih dan klub.
Meski begitu, keluarga Friedkin telah mengambil sikap tegas. Mereka memastikan bahwa Gasperini, Ranieri, dan Massara akan tetap menjadi bagian dari proyek jangka panjang Roma.
Namun, tidak ada jaminan bagi para pemain, termasuk nama besar sekalipun.
Dengan kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan keuangan sebelum 30 Juni serta ambisi membangun tim yang lebih kompetitif, Roma bersiap menjalani salah satu bursa transfer paling krusial dalam beberapa tahun terakhir.
Jika tak lolos ke Liga Champions, revolusi di tubuh Giallorossi kini tinggal menunggu waktu.
