Ketegasan JC Bukan Tanpa Alasan
Sebagai salah satu pilar lini belakang, ia memahami betul bahwa fondasi utama perjalanan tim menuju gelar terletak pada konsistensi permainan, terutama dalam menjaga pertahanan tetap kokoh.
Musim ini, lini belakang Persib Bandung memang tampil sebagai salah satu yang paling solid di kompetisi.
Koordinasi antarpemain belakang dinilai semakin matang, membuat lawan kesulitan menemukan celah.
Baca Juga:Saat Langkah Persija Terpeleset, Kenapa Bojan Hodak Minta Skuad Bojan Hodak Tetap Siaga 1? Ini Jawabannya Di Tengah Badai Persija, Fabio Calonego Berterima Kasih ke The Jakmania karena Hal Ini
JC memberikan apresiasi khusus terhadap disiplin taktik tim yang terus terjaga.
Ia menilai kerja sama di lini pertahanan bersama Pato Matricardi, Federico Barba, Kakang Rudianto, dan Eliano Reijnders, ditambah ketenangan Teja Paku Alam di bawah mistar, menjadi kekuatan utama yang membuat Persib Bandung sulit ditembus.
Namun bagi JC, kekuatan tim tidak hanya bertumpu pada barisan belakang.
Ia juga menyoroti kontribusi lini tengah dan lini depan yang dinilainya turut membangun soliditas secara keseluruhan.
Tekanan sejak area lawan, transisi yang rapi, hingga disiplin menjaga bentuk permainan membuat pertahanan Persib Bandung semakin terlindungi.
Dalam pandangan JC, soliditas itu adalah kerja kolektif, bukan sekadar tugas para bek.
Di tengah tekanan perebutan gelar, pesan Julio Cesar terdengar sederhana, tetapi sarat makna: jangan melihat garis akhir terlalu jauh, menangkan dulu pertandingan terdekat.
Baca Juga:Jelang Lawan Persib, Pelatih Bali United Bocorkan Taktiknya yang Bisa Jadi Santapan Bojan Hodak di GBLARekor Kiper Modern Persib Bandung Ini Fantastis, Melampui Jumlah Clean Sheet Kiper Legendaris Persija Jakarta
Sebab bagi Persib Bandung, jalan menuju juara dimulai dari satu langkah kecil—dan langkah berikutnya bernama Bali United.
