Materi disampaikan oleh OJK Tasikmalaya, Bank bjb, dan PT Permodalan Nasional Madani.
Upaya ini sekaligus menjadi sinyal bahwa edukasi keuangan tak lagi bisa mengandalkan pendekatan konvensional.
Ketika brosur tak lagi dibaca dan sosialisasi kerap sepi peminat, pendekatan berbasis komunitas—termasuk lewat penyuluh agama—jadi jalan realistis.
Baca Juga:Kota Tasikmalaya Dikejar Target KLA, Komitmen Jangan Sekadar SeremonialPerpustakaan Unsil Kota Tasikmalaya Dibuka untuk Umum, Kunjungan Tembus 12 Ribu dalam Sebulan
Pertanyaannya, seberapa cepat langkah ini mampu menutup celah yang selama ini dimanfaatkan pelaku keuangan ilegal? (rls/rezza rizaldi)
