Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk tidak berhenti pada rapat koordinasi semata.
Sinergi harus diwujudkan dalam langkah konkret, bukan hanya diskusi yang berulang setiap tahun tanpa perubahan signifikan.
Selain itu, peran Forum Anak dan Duta GenRe juga disorot. Pemerintah diminta tidak menjadikan partisipasi anak sekadar simbol, melainkan benar-benar memberi ruang bagi mereka untuk menyampaikan suara.
“Anak harus didengar, bukan hanya dihadirkan,” jelasnya.
Baca Juga:Perpustakaan Unsil Kota Tasikmalaya Dibuka untuk Umum, Kunjungan Tembus 12 Ribu dalam SebulanWFH Kota Tasikmalaya Diuji, Pengawasan ASN Jadi Titik Lemah
Melalui Rakor itu, Pemkot Tasikmalaya berharap seluruh program dan kegiatan terkait pemenuhan hak anak dapat terdata, terukur, dan terlaporkan dengan baik.
Lebih jauh, forum ini diharapkan menjadi momentum memperkuat komitmen bersama bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab semua pihak.
Di tengah semangat itu, satu catatan halus mengemuka: jangan sampai Kota Layak Anak hanya menjadi label manis di atas kertas, sementara realitas di lapangan masih jauh dari kata ramah bagi anak. (rezza rizaldi)
