Kondisi Bangunan Sudah Tidak Layak Digunakan, Pemkab Ciamis Prioritaskan Perbaikan 33 Sekolah Rusak

Sekolah Rusak di Ciamis
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menyerahkan apresiasi kepada guru-guru berdedikasi tinggi dalam kegiatan PGRI Kabupaten Ciamis, Halalbihalal tahun 1447 H/2026 M di Aula STIKes Muhammadiyah Ciamis, Selasa (7/4/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id)
0 Komentar

“Berharap tidak adanya membedakan anak didik, harus satu visi misi mencetak siswa berkualitas,“ katanya.

Menurutnya, pendidikan merupakan pelayanan dasar yang menentukan kualitas generasi masa depan, sehingga membutuhkan perhatian serius, termasuk dalam pembentukan karakter dan pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital.

“Kalau lemah pengawasan ke anak didik dikhawatirkan bisa terjerumus ke hal-hal yang negatif. Sebab, sekarang trend kekerasan pada anak dan perempuan naik, mencapai 83 kasus di tahun 2025 akibat salah satunya perkembangan teknologi yang tak diawasi,“ katanya.

Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa

“Karena dalam memberikan anak didik kita mendapatkan mental dan akhlak lebih bagus merupakan tanggung jawab memiliki kita bersama,“ ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Dr Erwan Darmawan SSTP MSi, menegaskan bahwa 33 sekolah yang masuk prioritas merupakan kategori kerusakan berat, meski secara keseluruhan jumlah sekolah rusak lebih banyak.

“Memang ada 33 sekolah mengalami kerusakan berat ini, optimistis bisa dilakukan perbaikan secepatnya,“ katanya.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar alokasi perbaikan dapat direalisasikan tahun ini.

“Oleh karenanya minta doanya saja mudah-mudah kebaikan Allah berpihak kepada kita. Karena sedang ikhtiar untuk menyelesaikan permasalahan di pendidikan, terutama yang berkaitan anggaran (perbaikan sekolah, Red),“ tambahnya.

“Karena memang kerusakan sekolah tersebut, sudah lama tidak ada pemeliharaan,“ ujarnya. (riz)

0 Komentar