Meski demikian, pelatih asal Belanda itu sadar bahwa lawan yang akan dihadapi kali ini berada pada level yang berbeda.
Persib datang dengan status tim papan atas, memiliki kedalaman skuad yang merata serta kualitas individu di hampir setiap lini.
Duel ini pun membawa memori tersendiri bagi Bali United.
Pada pertemuan putaran pertama musim ini, mereka harus mengakhiri laga dengan kekecewaan setelah kalah dari Persib dalam pertandingan yang diwarnai kartu merah.
Baca Juga:Rekor Kiper Modern Persib Bandung Ini Fantastis, Melampui Jumlah Clean Sheet Kiper Legendaris Persija JakartaTertinggal 9 Poin dari Persib, Persija Belum Mau Menyerah, Yakin Masih Punya Peluang Juara
Bermain dengan 10 orang membuat Bali United kehilangan keseimbangan, terutama pada fase akhir pertandingan.
Momentum yang semula bisa dijaga perlahan lepas, hingga akhirnya mereka harus meninggalkan lapangan tanpa poin.
Pengalaman itu menjadi catatan penting yang tidak ingin terulang.
Jansen menegaskan bahwa Persib merupakan lawan dengan karakter berbeda.
Menurutnya, kualitas tim asuhan Bojan Hodak tersebar merata di seluruh sektor, sehingga sedikit saja kehilangan fokus bisa berakibat fatal.
Kini, dengan kondisi tim yang dinilai lebih matang dan rasa percaya diri yang kembali tumbuh, Bali United membawa ambisi besar ke Bandung: membalas kekalahan di putaran pertama sekaligus menguji sejauh mana kebangkitan mereka benar-benar nyata.
Di atas kertas, Persib mungkin lebih diunggulkan.
Namun sepak bola kerap memberi ruang bagi kejutan, dan Bali United datang dengan satu keyakinan—momentum kemenangan besar harus berlanjut di laga yang lebih menentukan.
