RADARTASIK.ID— Di tengah badai yang tengah melanda Persija Jakarta usai kalah 2-3 dari Bhayangkara FC, Fabio Calonego mengaku berterima kasih kepada The Jakmania.
Nama Fabio Calonego semakin nyaring menggema di tengah semangat pendukung Persija Jakarta.
Gelandang asal Brasil itu tak hanya menunjukkan peran penting di lini tengah, tetapi juga tampil sebagai pembeda lewat rangkaian gol spektakuler yang mengangkat moral Macan Kemayoran.
Baca Juga:Jelang Lawan Persib, Pelatih Bali United Bocorkan Taktiknya yang Bisa Jadi Santapan Bojan Hodak di GBLARekor Kiper Modern Persib Bandung Ini Fantastis, Melampui Jumlah Clean Sheet Kiper Legendaris Persija Jakarta
Performa impresif pemain berusia 28 tahun tersebut membuat dukungan dari Jakmania terus mengalir.
Kepercayaan publik itu pun disambut Fabio dengan rasa terima kasih sekaligus komitmen untuk terus memberikan yang terbaik bagi klub ibu kota.
Bagi Fabio, seragam Persija bukan sekadar identitas tim, melainkan simbol kehormatan yang ia bela sepenuh hati.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas semua dukungan sejak saya tiba,” kata Fabio Calonego.
“Ketika saya pertama kali mengatakan bahwa saya akan membela Persija dengan cara yang sama seperti saya membela keluarga saya, saya benar-benar bersungguh-sungguh,” ujarnya.
Sejak pertama kali datang ke Jakarta, ia merasa memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjawab ekspektasi para pendukung.
Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas dukungan yang terus diberikan sejak awal kedatangannya.
Baca Juga:Tertinggal 9 Poin dari Persib, Persija Belum Mau Menyerah, Yakin Masih Punya Peluang JuaraGambaran Nyata Kekuatan Persib Bandung Menurut Marc Klok yang Sulit Dikalahkan di Super League
Menurut Fabio, janji yang pernah ia ucapkan—membela Persija sebagaimana ia membela keluarganya—bukan sekadar kata-kata, melainkan komitmen yang sungguh ia pegang.
Ucapan itu kini terasa menemukan pembuktiannya di atas lapangan.
Dalam empat pekan terakhir, Fabio tampil menonjol dengan mencetak tiga gol yang seluruhnya lahir melalui kualitas teknik kelas atas.
Dua gol tercipta saat menghadapi Malut United FC pada 24 Februari dan Borneo FC Samarinda pada 3 Maret, keduanya melalui sepakan keras dari luar kotak penalti dalam situasi permainan terbuka.
Sementara satu gol lainnya hadir lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan dingin dan presisi ke gawang Bhayangkara Presisi Lampung FC pada 5 April.
Gol-gol tersebut tidak hanya memperlihatkan insting menyerang seorang gelandang, tetapi juga menegaskan kemampuannya dalam membaca ruang dan momentum.
