RADARTASIK.ID – Memasuki pekan ke-31, peta persaingan di Serie A tidak hanya menarik dalam perebutan gelar dan tiket Eropa, tetapi juga dalam penilaian performa individu.
Sejumlah pemain tampil konsisten dan menjadi pembeda bagi timnya masing-masing, sementara di sisi pelatih, persaingan tak kalah sengit.
Berikut adalah daftar pemain terbaik di tiap posisi hingga fase ini, berdasarkan konsistensi performa dan kontribusi nyata di lapangan.
Baca Juga:Spalletti Minta Juventus Datangkan Kiper LiverpoolMedia Spanyol: Bastoni Ngebet Pindah ke Barcelona
Penjaga Gawang
Nama Wladimiro Falcone layak disebut sebagai kiper paling impresif dalam beberapa pekan terakhir.
Penampilan solidnya menjadi alasan utama US Lecce masih memiliki peluang besar untuk bertahan di Serie A musim ini.
Falcone tidak hanya tampil konsisten, tetapi juga menjadi penentu dalam momen krusial dan sukses menggagalkan dua penalti dari Jonathan David dan Kristjan Asllani.
Penyelamatan tersebut berperan besar dalam hasil imbang melawan Juventus dan kemenangan penting atas Torino.
Bek
Di sektor pertahanan, performa Federico Dimarco bersama Inter Milan sangat menonjol. Ia bukan hanya bek sayap terbaik, tetapi juga salah satu pemain paling konsisten di seluruh liga.
Dengan rata-rata rating 6,60, Dimarco mencatatkan enam gol dan 15 assist—angka luar biasa untuk seorang pemain bertahan.
Kontribusinya dalam fase menyerang menjadikannya senjata penting Inter. Namun, performa gemilang ini berbanding terbalik dengan kiprahnya bersama tim nasional Italia, di mana ia menjadi salah satu sorotan dalam periode yang kurang memuaskan.
Baca Juga:Juventus Tanya Biaya Komisi Agen yang Diminta Jorge Mendes untuk Datangkan Bernardo SilvaRafael Leao dan Pulisic: Dua Bintang AC Milan yang Tak Lagi Dilirik Allegri
Gelandang
Di lini tengah, Piotr Zieliński muncul sebagai gelandang terbaik sejauh ini.
Awalnya hanya menjadi pelapis Hakan Çalhanoğlu, Zielinski mampu memanfaatkan peluang setelah sang gelandang asal Turki mengalami cedera.
Ia tampil efektif baik dalam bertahan maupun menyerang, dengan torehan lima gol, termasuk satu gol penting ke gawang Juventus.
Konsistensinya membuatnya menjadi salah satu motor permainan Inter di tengah lapangan.
Penyerang
Untuk posisi penyerang, tidak ada nama yang lebih menonjol dibanding Lautaro Martínez. Kapten Inter tersebut menjadi top skor sementara dengan 16 gol dari 26 pertandingan.
Kembalinya dari cedera tidak mengurangi ketajamannya. Ia bahkan langsung mencetak dua gol setelah pulih, menegaskan statusnya sebagai ujung tombak paling berbahaya di Serie A musim ini.
