Ramalan Cuaca di Tubuh PPP Kota Tasikmalaya

Calon ketua PPP Kota Tasikmalaya
H Hilman Wiranata, Riko Restu Wijaya dan H Enjang Bilawini
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Langit politik di tubuh Partai Persatuan Pembangunan Kota Tasikmalaya mulai berawan. Belum hujan. Tapi anginnya sudah terasa.

Tanggal 18 April 2026 akan menjadi hari penentu. Hari itu, Musyawarah Cabang—Muscab—DPC PPP Kota Tasikmalaya digelar. Biasanya, Muscab PPP bukan sekadar rapat organisasi. Ia lebih mirip membaca arah mata angin, ke mana partai akan berlayar lima tahun ke depan.

Kini, setidaknya ada tiga nama yang mulai beredar di lorong-lorong kader internal DPC PPP. Mereka adalah Enjang Bilawini, Riko Restu Wijaya, dan Hilman Wiaranata. Tiga nama. Tiga gaya. Tiga generasi.

Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian BanjirRumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya

Dan hanya lima orang yang akan menentukan siapa nahkoda berikutnya. Sistemnya formatur. Sederhana di atas l kertas. Rumit di lapangan.

Lima orang itu terdiri dari satu utusan DPP, satu utusan DPW, dan tiga dari DPC. Di situlah pertarungan sesungguhnya terjadi. Bukan di podium. Tapi di ruang-ruang kecil yang sering tidak terlihat kamera.

Nama Hilman Wiranata mungkin yang paling berkutat di dapur organisasi. Ia kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya. Lahir di Tasikmalaya, 46 tahun lalu.

Tubuhnya tidak besar. Tidak pula tinggi. Relatif mungil. Tapi riwayat organisasinya—padat. Seperti CV orang yang tidak pernah libur rapat.

Masa SMA ia habiskan di MAN Tasikmalaya. Lulus 1999. Lalu merantau ke Bandung. Kuliah di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Masuk 1999. Lulus 2007. Di dunia kampus, delapan tahun itu biasanya menyimpan cerita. Antara sangat tekun belajar atau sangat tekun berorganisasi.

Hilman tampaknya memilih yang kedua. Ia masuk organisasi yang dikenal melahirkan banyak politisi: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Tidak sekadar anggota. Ia pernah menjadi Ketua Komisariat PMII di kampusnya. Lalu naik menjadi Sekretaris PC PMII Kabupaten Bandung.

Baca Juga:Tiang Reklame Mengancam Keselamatan, Perlu Pemeriksaan Usai Cuaca Ekstrem2026 Penuh Teriakan! Mulai Pencairan Proyek Sampai Urusan THR

Karier organisasinya bahkan sempat menembus pusat: Wakil Sekretaris PB PMII. Dalam dunia aktivis mahasiswa, itu seperti naik kelas bisnis di pesawat. Tidak semua orang bisa duduk di sana.

Di PPP, jalannya juga bertahap. Pernah menjadi Wakil Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya periode 2016–2021. Lalu dipercaya menjadi bendahara. Naik lagi menjadi sekretaris hingga 2026.

0 Komentar