TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Stigma perpustakaan kampus yang eksklusif mulai dipatahkan.
UPA Perpustakaan Universitas Siliwangi (Unsil) kini membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat umum di Kota Tasikmalaya, meski tetap dengan sejumlah aturan.
Kepala UPA Perpustakaan Unsil, Budi Riswandi, M.Pd., menegaskan bahwa fasilitas perpustakaan tidak hanya untuk mahasiswa internal.
Baca Juga:WFH Kota Tasikmalaya Diuji, Pengawasan ASN Jadi Titik LemahASN Kota Tasikmalaya Tiap Rabu Masuk Kerja Naik Sepeda, Angkutan Umum atau Kendaraan Listrik
Masyarakat umum dipersilakan datang, membaca di tempat, hingga memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Kalau masyarakat umum boleh baca di tempat, tapi tidak bisa dipinjam keluar. Sementara mahasiswa bisa meminjam dengan batas waktu tertentu,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Lebih dari sekadar ruang membaca, konsep perpustakaan kini diubah menjadi ruang bermain dan eksplorasi literasi.
Tak heran jika kunjungan dari pelajar tingkat SD hingga SMA terus berdatangan.
“Sekarang perpustakaan itu ruang bermain, bukan sekadar membaca. Jadi lebih hidup,” katanya.
Fasilitas penunjang juga disediakan, mulai dari komputer untuk mahasiswa maupun masyarakat umum yang tidak memiliki perangkat pribadi.
Bahkan, pengunjung dari luar daerah pun kerap memanfaatkan koleksi jurnal dan referensi akademik untuk keperluan tesis hingga disertasi.
Baca Juga:Pembinaan Posyandu Kota Tasikmalaya Digenjot, Kader Diminta Naik KelasWFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan Listrik
Tak main-main, koleksi perpustakaan mencapai lebih dari 40 ribu judul dengan total sekitar 50 ribu eksemplar buku lintas disiplin ilmu. Data kunjungan pun bukan sekadar klaim.
“Dalam sebulan, kunjungan dan pembaca lebih dari 12.000. Data itu terhubung langsung dengan Perpusnas, jadi tercatat secara statistik,” ungkapnya.
Menurut Budi, konsep inklusivitas menjadi prinsip utama. Perpustakaan tidak lagi berdiri sebagai “menara gading”, melainkan ruang publik yang menjamin hak setiap orang untuk memperoleh pengetahuan.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi kemajuan bangsa.
Ia bahkan mengaku secara pribadi mendorong pemanfaatan perpustakaan Unsil oleh pelajar.
“Indonesia maju itu syaratnya pengetahuan dan wawasan generasi mudanya harus luas. Buku tetap jadi jendela dunia, meskipun sekarang ada media sosial,” tuturnya.
Diky juga menyebut keberadaan perpustakaan Unsil sebagai fasilitas yang representatif dan ramah bagi semua kalangan.
Ia mendorong siswa dari berbagai jenjang pendidikan untuk memanfaatkannya.
