TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai “memanaskan mesin” pelayanan dasar lewat penguatan Posyandu.
Dalam Rapat Pembinaan Posyandu tingkat Kota Tasikmalaya yang digelar di Aula Bapelitbangda, Selasa (7/4/2026), peran kader diingatkan: tak cukup hanya menimbang balita, tapi juga dituntut jadi motor penggerak masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri menegaskan, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat, terutama dalam kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, penanganan stunting, hingga layanan lansia.
Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan ListrikDiduga Tekor saat Belok, Mobil Terbalik Terjun ke kolam Ikan di Indihiang Kota Tasikmalaya
“Keberadaan Posyandu itu paling dekat dengan masyarakat. Pelayanan dasar bisa diakses lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Namun, kata dia, Posyandu kini tak lagi sekadar urusan timbang badan dan imunisasi.
Transformasi membuat perannya melebar, menyentuh enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, hingga sosial.
Artinya, kader Posyandu di Kota Tasikmalaya tak bisa lagi berjalan di tempat. Mereka dituntut naik kelas—dari sekadar pelaksana teknis menjadi penghubung aktif antara masyarakat dan pemerintah.
“Kader harus mampu jadi penggerak, pemberi informasi, sekaligus jembatan komunikasi,” tegasnya.
Menurut Elvira, kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas kader secara serius.
Pembinaan, pelatihan, hingga pendampingan tak bisa lagi sekadar formalitas tahunan yang habis di seremonial dan foto bersama.
“Wawasan kader harus diperkuat, baik administrasi, pelayanan dasar, maupun komunikasi publik. Kalau tidak, transformasi hanya akan jadi jargon di atas kertas,” tambahnya.
Baca Juga:‎Motor Hantam Mikrobus yang Putar Balik di Kota Tasikmalaya, Perawat Meninggal DuniaTHR TPP ASN Kota Tasikmalaya Mentok 50 Persen, Sisanya Dipastikan Tak Cair
Rapat pembinaan ini, lanjut dia, menjadi salah satu upaya konkret untuk meningkatkan kualitas kader Posyandu di Kota Tasikmalaya.
Diharapkan peserta membawa pulang bukan hanya materi, tetapi juga pemahaman yang bisa langsung diterapkan di wilayah masing-masing.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat koordinasi antara tim pembina di tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan.
Sebab, tanpa sinergi yang solid, program Posyandu berisiko jalan di tempat—atau lebih parah, hanya hidup saat ada lomba.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu di Kota Tasikmalaya yang selama ini bekerja dengan semangat dan pengabdian tinggi.
