PANGANDARAN, RADARTASIK.ID–Kebijakan pengelolaan parkir objek wisata Pantai Pangandaran yang dipusatkan di kawasan Eks Pasar Wisata (PW) menuai pro dan kontra. Jarak lokasi parkir dengan pantai dan hotel dinilai cukup jauh dan berdampak pada kenyamanan wisatawan juga usaha perhotelan.
Keluhan tersebut juga ramai disuarakan di media sosial, termasuk terkait jauhnya jarak antara area parkir di eks Pasar Wisata dengan lokasi pantai dan hotel yang dituju wisatawan.
Beberapa unggahan, memperlihatkan sejumlah wisatawan harus berjalan kaki cukup jauh dari kawasan pantai maupun penginapan menuju kantong parkir.
Baca Juga:Aktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian BanjirRumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota Tasikmalaya
Kondisi ini terjadi akibat terbatasnya jumlah shuttle dan tingginya volume kendaraan di area wisata. Termasuk, miskomunikasi petugas di lapangan.
Bupati Pangandaran Hj Citra Pitriyami mengakui bahwa penerapan kebijakan parkir saat ini masih memiliki banyak kekurangan. “Saya sudah banyak mengevaluasi, kekurangannya banyak. Termasuk shuttle kita memang belum siap. Pengunjungnya juga banyak,” ungkapnya kepada Radar Senin (6/4/2026).
Ia memastikan Pemkab Pangandaran segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan pelayanan lebih optimal, terutama saat periode libur panjang.
“Semoga ke depan sudah berjalan sesuai harapan wisatawan. Saya juga melihat memang kendaraan cukup lama keluar dari sentral parkir PW Pangandaran,” ucapnya.
Menurutnya, lamanya waktu keluar kendaraan disebabkan oleh tingginya kapasitas kendaraan yang ditampung di area parkir.
Ke depan, pemerintah berencana melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk kemungkinan penambahan akses jalan keluar dari kantong parkir. “Kalau soal protes, pasti ada. Pro dan kontra itu hal biasa. Tapi kebijakan yang kami lakukan adalah yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pangandaran,” ucapnya.
Citra pun menegaskan bahwa pemerintah tidak akan lagi mengizinkan parkir di bahu jalan kawasan wisata karena dinilai mengganggu ketertiban dan kelancaran lalu lintas. “Kebijakan ini akan tetap kami jalankan. Kami tidak akan membiarkan ada parkir di bahu jalan wisata,” ujarnya.(Deni Nurdiansah)
