Legenda Juventus: Kalah dari Napoli Meninggalkan Rasa Pahit di Ruang Ganti AC Milan

Ciro Ferrara
Ciro Ferrara Tangkapan layar Instagram
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Kekalahan menyakitkan yang dialami AC Milan dari Napoli diyakini akan memengaruhi suasana di dalam ruang ganti Rossoneri.

Hal ini diungkapkan legenda Juventus, Ciro Ferrara, yang menilai ada rasa pahit yang tersisa setelah hasil tersebut.

Dini hari tadi, Napoli sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Milan lewat gol tunggal yan dicetak oleh pemain pengganti Matteo Politano.

Baca Juga:Allegri Ucapkan Selamat Tinggal kepada Impian Scudetto AC Milan: Inter Unggul Sembilan PoinIvan Cardia: Inter Buat Duel Napoli vs AC Milan Kehilangan Aroma Scudetto

Mantan pemain Inter itu mencetak gol lewat sepakan voli kaki kanan hanya beberapa menit setelah masuk lapangan, memanfaatkan kelengahan lini belakang Milan.

Kemenangan ini membuat Napoli naik ke posisi kedua klasemen, menyalip Milan dengan keunggulan dua poin, sekaligus menjaga jarak dengan pemuncak klasemen, Inter Milan, yang sebelumnya berpesta gol ke gawang Roma.

Namun sorotan tak hanya tertuju pada performa Napoli, melainkan juga pada dampak kekalahan ini bagi Milan.

Dalam analisisnya di DAZN, Ferrara menilai hasil tersebut meninggalkan kekecewaan di dalam tim.

“Kalau saya berada di posisi pemain Milan saat ini, tentu akan ada rasa kesal. Memang benar target utama mereka adalah lolos ke Liga Champions, dan saya rasa mereka pantas mendapatkannya. Tapi setelah begitu lama berada di posisi kedua, wajar jika ada sedikit rasa pahit di ruang ganti,” ujar Ferrara.

Ia juga menambahkan bahwa kemenangan ini menjadi sinyal kuat kebangkitan Napoli di fase akhir musim.

Terlebih, ini merupakan kemenangan kelima beruntun mereka, yang menunjukkan konsistensi tim dalam momen krusial.

Baca Juga:Siapa Kerim Alajbegovic? Pemain Bosnia Incaran AC Milan yang Gagalkan Italia Lolos ke Piala DuniaMedia Italia: Juventus Akan Jual Jonathan David, Lois Openda dan Teun Koopmeiners

“Saya melihat Napoli menemukan kembali kekuatan yang dibutuhkan untuk menghadapi akhir musim ini,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Milan Massimiliano Allegri mencoba melihat kekalahan ini secara lebih rasional.

Ia menyebut pertandingan berlangsung ketat dan ditentukan oleh detail kecil yang gagal dimanfaatkan timnya.

“Pertandingan seperti ini sangat tertutup. Di babak pertama kami seharusnya bisa lebih presisi secara teknis, tapi kami terlalu sering membuat kesalahan di area lawan. Kami kebobolan dari situasi serangan balik, dan mereka berhasil memanfaatkan momen itu,” jelas Allegri.

0 Komentar