Di sisi lain, konsumen mulai merasakan dampaknya, meski tak selalu disadari.
Harga barang perlahan merangkak, atau kemasan berubah lebih sederhana—sebuah penyesuaian diam-diam yang mencerminkan tekanan di balik layar.
Hingga kini, pelaku pasar di Kota Tasikmalaya masih menunggu stabilitas pasokan bahan baku.
Baca Juga:ASN Kota Tasikmalaya Tiap Rabu Masuk Kerja Naik Sepeda, Angkutan Umum atau Kendaraan ListrikPembinaan Posyandu Kota Tasikmalaya Digenjot, Kader Diminta Naik Kelas
Sementara itu, plastik yang dulu dianggap murah dan tak terbatas, kini justru menjadi komoditas yang membuat pasar ikut “terbungkus” masalah. (ayu sabrina barokah)
