Harga Plastik Melonjak di Kota Tasikmalaya, Pedagang Pasar Cikurubuk Mulai Tertekan

kenaikan harga plastik di Kota Tasikmalaya
Warga Kota Tasikmalaya sedang memilih plastik. Ayu Sabrina Barokah / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Lonjakan harga plastik di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya mulai menekan denyut perdagangan.

Kenaikan yang mencapai 50 hingga 80 persen dalam waktu singkat memicu efek berantai—biaya kemasan naik, harga jual ikut bergeser, dan daya beli perlahan mengerut.

Pantauan di lapangan menunjukkan, plastik yang selama ini dianggap “pelengkap sepele” justru menjelma menjadi beban baru bagi pedagang.

Baca Juga:ASN Kota Tasikmalaya Tiap Rabu Masuk Kerja Naik Sepeda, Angkutan Umum atau Kendaraan ListrikPembinaan Posyandu Kota Tasikmalaya Digenjot, Kader Diminta Naik Kelas

Di tengah pasar yang sensitif terhadap harga, kenaikan ini ibarat bumbu tak diundang yang membuat rasa dagangan berubah.

Kepala UPTD Pasar Resik 1 Kota Tasikmalaya, Deri Herlisana, mengakui lonjakan tersebut sudah terkonfirmasi dari hasil pemantauan langsung dan komunikasi dengan para pedagang.

“Dari hasil pantauan di lapangan, hampir semua jenis plastik mengalami kenaikan signifikan. Dampaknya mulai dirasakan oleh pelaku usaha di pasar,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Di tingkat pedagang, keluhan mulai terdengar lebih lantang. Lukas, pemilik ruko plastik, menyebut kenaikan harga tak lagi wajar.

“Sekarang naiknya bisa sampai setengah dari harga sebelumnya, bahkan ada yang lebih. Pembeli juga jadi mengurangi pembelian,” katanya.

Hal senada diungkapkan Dindin, pedagang kios plastik lainnya. Ia menilai kondisi ini mulai mengganggu perputaran usaha.

“Biasanya stabil, sekarang turun. Pedagang lain juga banyak yang mengeluh. Bahkan ada yang bilang harga plastik sekarang terasa lebih mahal dari beras,” ucapnya, setengah berseloroh, setengah mengeluh.

Baca Juga:WFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan ListrikDiduga Tekor saat Belok, Mobil Terbalik Terjun ke kolam Ikan di Indihiang Kota Tasikmalaya

Kenaikan harga plastik ini disebut berkaitan dengan kelangkaan bahan baku turunan bahan bakar minyak (BBM), yang diperparah oleh keterbatasan pasokan untuk industri.

Situasi global pun ikut menyumbang tekanan, terutama dari dinamika geopolitik yang memengaruhi distribusi energi.

“Ini bukan hanya terjadi di Kota Tasikmalaya. Ada pengaruh global yang membuat industri plastik ikut terdampak,” kata Deri.

Meski bukan kebutuhan pokok, plastik memegang peran vital dalam aktivitas pasar.

Hampir semua transaksi bergantung pada kemasan ini—dari sayuran hingga kebutuhan harian.

Ketika harga plastik naik, pedagang dihadapkan pada dua pilihan klasik: menaikkan harga atau mengurangi kualitas layanan.

0 Komentar