Baginya, dua gol ke gawang Persija hanyalah bagian dari proses.
Hal yang lebih penting adalah menjaga konsistensi permainan dan terus memberikan kontribusi maksimal bagi tim.
Sidibe menilai konsistensi merupakan tantangan terbesar dalam sepak bola, sesuatu yang terus ia upayakan setiap hari, baik dalam latihan maupun pertandingan.
Sepanjang laga, Persija memang tampil agresif dan beberapa kali memaksa Bhayangkara bermain lebih defensif, terutama pada momen-momen krusial.
Baca Juga:Tertinggal Jauh dari Persib, Pelatih Persija Masih Bicara Soal Juara, Ini Kata Mauricio Souza Kalah LagiUsai Persija Kalah dan Persib Menang, Ini Ungkapan Satir Bobotoh: Semakin Kau Kejar Semakin Ku Jauh
Tekanan bertubi-tubi dari lini serang Macan Kemayoran membuat The Guardian harus bekerja ekstra keras untuk menjaga keseimbangan permainan.
Sidibe mengakui bahwa kemenangan ini tidak datang dengan mudah.
Menurut dia, menghadapi tim dengan karakter menyerang dan materi pemain berkualitas seperti Persija menuntut kerja kolektif yang luar biasa, terutama dalam aspek disiplin dan daya juang.
Hasil positif ini pun menjadi modal berharga bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam melanjutkan tren menanjak di papan klasemen.
The Guardian kini bertengger di posisi kelima sementara BRI Super League 2025/26, sekaligus memperpanjang catatan impresif menjadi enam kemenangan beruntun.
Di balik laju gemilang tersebut, kontribusi Sidibe tak terbantahkan.
Delapan gol dari sembilan penampilan sepanjang putaran kedua menjadi bukti bahwa dirinya kini menjelma sebagai mesin gol sekaligus tumpuan utama kebangkitan Bhayangkara FC.
Saat persaingan papan atas semakin memanas, ketajaman Sidibe dan mentalitas pantang menyerah yang ia gaungkan bisa menjadi modal penting bagi The Guardian untuk terus memberi tekanan kepada para pesaing di atasnya.
