BUDI BARU!

Budi mahmud saputra
H Budi Mahmud Saputra
0 Komentar

Satu catatan penting tercipta. Ia menjadi satu-satunya kader PAN asal Tasikmalaya yang berhasil menembus DPRD Jawa Barat. Yang lain sebelumnya selalu kandas.

Di parlemen, ia ditempatkan di Komisi III—bidang keuangan. Bidang yang tidak mudah. Karena di sanalah angka-angka besar diperdebatkan.

Di sanalah anggaran diuji. Ia juga menjadi anggota Badan Kehormatan. Sebuah posisi yang menuntut integritas. Bukan sekadar popularitas.

Baca Juga:Ramalan Cuaca di Tubuh PPP Kota TasikmalayaAktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian Banjir

Budi punya satu kebiasaan unik. Ia suka menggunakan bahasa lembur. Bahasa kampung. Supaya mudah dimengerti masyarakat. “Saya sering memakai bahasa lembur. Supaya gampang dimengerti orang lembur,” begitu katanya suatu kali. Kalimat sederhana. Tapi itulah inti komunikasi politik yang mudah bisa dimengerti. Bukan sekadar terdengar pintar.

Perjalanan politiknya tidak berhenti di parlemen. Pada Pilkada 2024, ia dipercaya menjadi koordinator pemenangan. Perannya cukup dominan. Ia ikut merancang paket pasangan antara Muhammad Yusuf dan Hendro Nugraha. Pasangan itu berhasil didaftarkan. Meski akhirnya kalah dalam pertarungan.

Namun strategi yang ia jalankan membuat publik mulai melirik. Banyak yang terkejut. Ternyata, pemain baru itu tidak sekadar ikut bermain. Ia mengatur permainan.

Hingga akhirnya, Musyawarah Daerah menjadi titik penting. Di sanalah, kader PAN mempercayakan satu kursi penting kepadanya. Ketua DPD PAN Kota Tasikmalaya. Jabatan yang tidak ringan. Karena partai bukan hanya soal pemilu. Tapi soal menjaga semangat kader. Soal membangun jaringan. Soal menyiapkan masa depan.

Kini, di Kota Tasikmalaya, ada dua nama Budi yang pernah menjadi cerita. Yang satu pernah memimpin kota. Yang satu lagi sedang memimpin partai. Apakah jejaknya akan sama panjang? Tidak ada yang tahu. Politik selalu penuh kejutan. Tapi satu hal pasti: Orang yang terbiasa membangun ribuan rumah—biasanya paham satu hal penting.

Bahwa bangunan besar selalu dimulai dari satu pondasi kecil. Dan kini, Budi Mahmud Saputra sedang menyiapkan pondasi itu. Di tubuh PAN Kota Tasikmalaya. (red)

0 Komentar