TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID — Nama itu tidak asing di telinga warga Kota Tasikmalaya. Budi. Dulu, kota ini punya Budi Budiman. Politisi ulung. Pernah memimpin kota ini dua periode. Namanya melekat kuat di ingatan publik.
Kini, muncul lagi satu nama Budi. Yakni Budi Mahmud Saputra. Bedanya satu huruf di tengah. Tapi keduanya punya satu kesamaan, sama-sama datang dari dunia usaha, lalu masuk ke politik.
Dan kini, Budi yang baru itu resmi menjadi Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kota Tasikmalaya.
Baca Juga:Ramalan Cuaca di Tubuh PPP Kota TasikmalayaAktivis Mahasiswa Sebut DPRD Kota Tasikmalaya Gagal Mengawal Penyelesaian Banjir
Saya selalu tertarik pada politisi yang lahir dari dunia usaha. Mereka terbiasa menghitung risiko. Terbiasa memulai dari nol. Terbiasa melihat sesuatu dari angka—bukan sekadar wacana.
Budi Mahmud Saputra salah satunya. Ia bukan orang yang tiba-tiba muncul dari ruang rapat partai. Ia datang dari lapangan. Dari tanah. Dari semen. Dari bata.
Selama 27 tahun, ia menggeluti bisnis properti. Rumah demi rumah dibangunnya. Bukan puluhan. Bukan ratusan. Hampir 5.000 rumah berdiri dari tangannya di kawasan Gunung Goong Bungursari.
Di kota itu, banyak orang menyebutnya sebagai salah satu pengusaha perumahan terbesar. Julukan itu tidak datang dari baliho. Tapi dari jejak bangunan.
Meski pengusaha, karakternya disebut sederhana. Apa adanya. Fokus pada pekerjaan. Detail pada hal-hal kecil. Namun tetap merakyat. Karakter seperti ini sering kali lahir dari orang yang terbiasa turun langsung. Tidak hanya memberi perintah dari jauh.
Saya membayangkan, kebiasaan detail itu terbawa juga ke politik. Karena politik sebenarnya mirip proyek pembangunan. Kalau pondasi salah, bangunan cepat retak. Kalau perhitungan meleset, biaya membengkak.
Masuknya Budi ke politik juga bukan kebetulan. Ia memilih Partai Amanat Nasional sebagai pelabuhan. Alasannya sederhana: merasa cocok. Modern. Religius. Tidak terlalu kaku.
Baca Juga:Rumah Ono Surono Digeledah KPK Saat Dirinya Konsolidasi Partai di Aula Kesbangpol Kota TasikmalayaTiang Reklame Mengancam Keselamatan, Perlu Pemeriksaan Usai Cuaca Ekstrem
Ia lalu maju di Pemilu Legislatif 2024. Sebagai calon anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Dapil 15—yang meliputi Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.
Banyak yang mengira ia hanya akan menjadi pelengkap. Pemain baru biasanya begitu nasibnya. Tapi hasilnya di luar dugaan. Ia meraih lebih dari 42 ribu suara.Dan lolos ke DPRD Provinsi Jawa Barat periode 2024–2029.
