Menurutnya, pengawasan berbasis sistem ini diharapkan mampu menutup celah “WFH rasa libur” yang kerap jadi kekhawatiran publik.
Kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya pemerintah menghadapi tantangan global, termasuk kondisi geopolitik yang berdampak pada efisiensi energi dan ekonomi masyarakat.
Pemkot berharap, transformasi ini tidak hanya mengubah cara kerja ASN, tetapi juga memberi efek domino terhadap pola hidup yang lebih hemat dan produktif.
Namun, di tengah semangat transformasi, publik tentu menunggu pembuktian.
Baca Juga:Pembinaan Posyandu Kota Tasikmalaya Digenjot, Kader Diminta Naik KelasWFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan Listrik
Apakah WFH benar-benar meningkatkan kinerja, atau justru menjadi ruang abu-abu baru dalam disiplin ASN? Di sinilah pengawasan diuji—bukan hanya sistemnya, tapi juga komitmennya. (rezza rizaldi)
