TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Kebijakan pemerintah pusat melalui Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang mengatur tentang Transformasi Budaya Kerja ASN di Lingkungan Pemda mulai diterapkan di Kota Tasikmalaya.
Pemerintah Kota Tasikmalaya telah memutuskan selain tiap hari Jumat para ASN selain Eselon II, III, unit pelayanan masyarakat melakukan WFH, setiap hari Rabu juga akan menerapkan kebijakan hemat energi.
Tiap hari Rabu di bulan Mei, para ASN masuk kantor menggunakan kendaraan umum, sepeda atau kendaraan listrik.
Hal ini dibenarkan Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Asep Goparulah.
Baca Juga:Pembinaan Posyandu Kota Tasikmalaya Digenjot, Kader Diminta Naik KelasWFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan Listrik
“Iya kita akan memulai menerapkan hal itu bulan depan sesuai arahan Mendagri melalui SE pada 31 Maret 2026. Sebulan kita sosialisasikan dulu,” ujarnya kepada Radar, Selasa (7/4/2026).
Terang dia, bagi ASN yang tak punya sepeda atau kendaraan listrik, maka ke kantornya harus naik kendaraan umum. Walaupun sama saja menggunakan BBM.
Namun menurut Asep, misi penghematannya tetap berjalan walaupun naik angkutan umum.
“Ya minimal penggunaan BBM fosilnya bersama-sama dengan masyarakat,” terangnya.
Asep menegaskan, saat kebijakan ini diberlakukan pastinya halaman parkiran Bale Kota serta kantor-kantor pemerintahan minim kendaraan dinas maupun pribadi berbahan bakan fosil.
“Muhun, termasuk kendaraan pribadi yang berbahan bakar fosil juga tidak diperkenankan,” tegasnya.
Para ASN Pemkot Tasikmalaya pun telah bersiap menerapkan kebijakan tersebut. Kata dia, jika rumahnya dekat ke kantor maka akan menaiki sepeda.
Namun jika jarak dari rumah ke kantornya lumayan jauh kira-kira sekitar 3 kilometer ke atas, mereka akan menaiki kendaraan umum.
Baca Juga:Diduga Tekor saat Belok, Mobil Terbalik Terjun ke kolam Ikan di Indihiang Kota TasikmalayaāMotor Hantam Mikrobus yang Putar Balik di Kota Tasikmalaya, Perawat Meninggal Dunia
“Saya paling kalau itu diberlakukan tiap rabu akan naik angkutan umum atau ojek online kang. Kalau naik sepeda mah pas sampai kantor keringatan harus mandi lagi. Jarah dari rumah saya ke kantor lumayan kang sekitar 3 kilometer,” tutur salah satu ASN yang bekerja di lingkungan bale kota.
Hal senada diungkapkan ASN lainnya yang bertugas di perkantoran Jalan Djuanda. Dirinya akan berangkat ke kantornya menaiki sepeda atau angkutan umum.
“Karena saya tak punya kendaraan listrik kang. Paling naik sepeda atau angkutan umum. Rumah saya di Indihiang lumayan dekat ke kantor,” jelasnya yang enggan diviralkan namanya.
