Menurutnya, pengawasan berbasis sistem ini diharapkan mampu menutup celah “WFH rasa libur” yang kerap jadi kekhawatiran publik.
Kebijakan ini juga dikaitkan dengan upaya pemerintah menghadapi tantangan global, termasuk kondisi geopolitik yang berdampak pada efisiensi energi dan ekonomi masyarakat.
Pemkot berharap, transformasi ini tidak hanya mengubah cara kerja ASN, tetapi juga memberi efek domino terhadap pola hidup yang lebih hemat dan produktif.
Baca Juga:Diduga Tekor saat Belok, Mobil Terbalik Terjun ke kolam Ikan di Indihiang Kota Tasikmalaya‎Motor Hantam Mikrobus yang Putar Balik di Kota Tasikmalaya, Perawat Meninggal Dunia
Namun, di tengah semangat transformasi, publik tentu menunggu pembuktian. Apakah WFH benar-benar meningkatkan kinerja, atau justru menjadi ruang abu-abu baru dalam disiplin ASN? Di sinilah pengawasan diuji—bukan hanya sistemnya, tapi juga komitmennya. (rezza rizaldi)
