WFH ASN Kota Tasikmalaya Mulai Diuji Jumat ini, Akan Ada Sehari Naik Sepeda atau Kendaraan Listrik

kebijakan WFH ASN Kota Tasikmalaya 2026
Para ASN Pemkot Tasikmalaya saat usai mengikuti Apel Pagi di Bale Kota, Senin (6/4/2026). Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai menguji coba skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai pekan ini.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari transformasi budaya kerja yang digulirkan pemerintah pusat, namun tetap menyisakan tanda tanya: efisiensi nyata atau sekadar eksperimen birokrasi?

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa kebijakan ini masih bersifat uji coba dan akan dievaluasi secara dinamis dalam dua bulan ke depan.

Baca Juga:Diduga Tekor saat Belok, Mobil Terbalik Terjun ke kolam Ikan di Indihiang Kota Tasikmalaya‎Motor Hantam Mikrobus yang Putar Balik di Kota Tasikmalaya, Perawat Meninggal Dunia

“Ini percobaan, mengikuti instruksi presiden terkait transformasi budaya kerja. Aturannya juga dinamis, nanti kita lihat efektivitasnya seperti apa,” ujarnya, Senin (6/4/2026) yang ditemui usai memimpin Apel Pagi.

Uji coba ini akan dimulai dengan pola tertentu, salah satunya penerapan WFH pada hari Jumat.

Selain itu, ASN juga didorong menggunakan moda transportasi non-bahan bakar fosil pada hari-hari tertentu, seperti sepeda atau kendaraan listrik. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Namun, bukan hanya soal bekerja dari rumah. Pemkot juga akan mengatur penggunaan ruangan kerja hingga pengurangan perjalanan dinas dan mobil dinas.

“Spiritnya penghematan energi, tapi juga harus tetap produktif,” terang Viman, sambil menegaskan bahwa output kerja menjadi indikator utama, bukan sekadar kehadiran fisik.

Ia bahkan menyindir paradigma lama birokrasi yang masih mengukur kinerja dari absensi.

“Kalau hasilnya sama dengan lima hari kerja seperti biasa, berarti efektivitas itu bukan soal hadir fisik, tapi soal kompetensi dan pengawasan,” ucapnya.

Baca Juga:THR TPP ASN Kota Tasikmalaya Mentok 50 Persen, Sisanya Dipastikan Tak CairYang Berpengalaman di Kota Tasikmalaya Berkumpul, yang Berkuasa Menghilang!

Pengawasan, kata dia, menjadi kunci utama. Sistem digital akan diperkuat, mulai dari laporan berbasis aplikasi, komunikasi melalui pesan instan, hingga bukti visual seperti foto aktivitas kerja. ASN yang menjalani WFH pun tetap dituntut siaga.

“Harus on call. Kapan pun dibutuhkan, harus siap. Terutama pejabat eselon II dan III tetap masuk kerja seperti biasa, termasuk layanan esensial,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya, Goparulah memastikan mekanisme pengawasan akan diperketat melalui aplikasi digital.

“Nanti ada aplikasi Iket. Absensi bisa tiga kali sehari, pagi, siang, dan sore. Jadi mekanismenya diatur supaya WFH tetap berjalan sesuai ketentuan,” tuturnya.

0 Komentar