RADARTASIK.ID— Malam yang diharapkan menjadi titik balik justru berakhir dengan kekecewaan bagi Semen Padang FC.
Di hadapan publik sendiri di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (5/4) malam, Kabau Sirah harus mengakui ketangguhan Persib Bandung setelah takluk 0-2 pada pekan ke-26 BRI Super League 2025/26.
Hasil ini membuat langkah Semen Padang untuk keluar dari zona degradasi kembali tertahan.
Baca Juga:Final Pertama di Padang, Marc Klok Kobarkan Tekad Persib Sapu Bersih Sembilan Laga untuk Hattrick JuaraLokasi Nobar Persib vs Semen Padang, Bobotoh Satukan Energi untuk Persib dari Bandung dan Jawa Barat
Tim kebanggaan Ranah Minang itu masih tertahan di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin, angka yang sama dengan Madura United FC di posisi ke-16.
Persaingan di papan bawah pun kian memanas, dengan selisih poin yang sangat tipis hingga ke dasar klasemen.
Dua gol Persib yang bersarang ke gawang tuan rumah dicetak Ramon de Souza pada menit ke-32 dan menit ke-70.
Gol-gol tersebut menjadi pembeda dalam laga yang sejatinya berlangsung ketat, terutama di tengah upaya keras Semen Padang untuk mencuri poin penting.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, tak menutupi rasa kecewanya atas hasil tersebut.
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter dan masyarakat Padang karena tim gagal memenuhi target meraih tiga poin di kandang.
Menurut Imran, setiap pertandingan memiliki cerita yang berbeda.
“Saya minta maaf untuk para suporter dan masyarakat Padang karena kita tidak bisa mendapatkan tiga poin,” ujarnya usai laga.
Baca Juga:Memburu Tiga Poin di Padang, Optimisme Persib Menyala Bersama Beckham Putra dan Adam AlisPulang ke Tanah Kelahiran, Teja Paku Alam Tetap Menatap Tiga Poin untuk Persib Bandung di Padang
“Ini yang saya sebut bahwa tiap laga adalah berbeda. Kita tahu seperti apa Persib,” kata dia.
“Setelah pulang dari Yogyakarta (usai laga lawan PSBS Biak), kita sudah siapkan perencanaan lawan Persib. Tapi inilah sepakbola,” kata pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury.
Meski tim pelatih telah menyiapkan rencana matang selepas lawatan dari Yogyakarta usai menghadapi PSBS Biak, kenyataan di lapangan tidak selalu berjalan sesuai skenario.
Ia menilai Persib memang datang sebagai lawan yang sangat kuat, dengan kualitas permainan dan kedalaman skuad yang membuat pertandingan berlangsung sulit sejak menit awal.
Namun demikian, mantan pelatih Malut United FC itu tetap melihat sisi positif dari performa anak asuhnya.
