Sementara itu, Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menegaskan bahwa Jembatan Cirahong merupakan infrastruktur bersejarah yang dibangun sejak 1893 dan harus dijaga bersama.
Ia mengingatkan bahwa beban berlebih dapat berdampak pada jalur kereta api yang berada di atas jembatan, sehingga berpotensi membahayakan perjalanan kereta.
“Apalagi konstruksi berkaitan langsung dengan jalur KA di atasnya, sehingga pada 1 september 2021 pernah kami tutup lokasi tersebut untuk kendaraan roda 3 atau lebih. Kemudian dibuka kembali hanya diizinkan untuk pejalan kaki dan kendaraan roda 2,” ujarnya.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
Terkait keamanan, ia menegaskan bahwa jembatan masih aman dilintasi selama sesuai dengan peruntukan.
“Sehingga selama masih memungkinkan untuk melintas silahkan, di depannya kan sudah di patok aksesnya,” katanya.
“Jadi kalau terkait ada penjaga atau tidak ada penjaga tentunya tidak berhubungan dengan beban di jembatannya. Maka tetap aman,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran pengguna jalan dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bijak.
“Sebab, Pemerintah Ciamis dan Pemerintah Jawa Barat telah melakukan perbaikan dengan mengganti kayu yang ada di jembatan tersebut. Oleh karenanya, kami juga terima kasih atas apa yang telah di lakukan oleh pemerintah setempat untuk memastikan kelancaran dan kegunaan Jembatan Cirahong tersebut bagi mobilitas masyarakat,” ujarnya. (riz)
