CIAMIS, RADARTASIK.ID — Tidak adanya penjagaan di Jembatan Cirahong membuat arus kendaraan kini bebas keluar masuk dari dua arah sekaligus. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan pengendara, terutama saat lalu lintas padat.
Saat ini, kendaraan dari arah Ciamis maupun Tasikmalaya melintas bersamaan tanpa sistem bergantian seperti sebelumnya. Akibatnya, lebar jembatan terasa semakin sempit dan berpotensi menimbulkan kemacetan, khususnya di tengah jembatan.
Warga Desa Pawindan, Wawan (50), mengungkapkan bahwa sejak penjaga ditiadakan setelah adanya larangan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, arus kendaraan menjadi dua arah tanpa pengaturan.
Baca Juga:Tingkatkan Kapasitas Instruktur Senam, Bidang Olahraga Disparpora Kabupaten Tasikmalaya Gelar PelatihanSerap Aspirasi Warga Tasikmalaya, Anggota DPRD Jabar Budi Mahmud Saputra Siap Kawal Pembangunan Desa
“Tentunya saat ini bebas keluar masuk sehingga jadi dua arah jalan Jembatan Cirahong. Untuk itu lebih sempit daripada yang bergantian keluar masuk, belum lagi ketika motor membawa barang, bisa berhenti sebentar untuk menghindar,” katanya kepada Radar, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, kepadatan kendaraan pada waktu tertentu, seperti akhir pekan, kerap menyebabkan antrean hingga di tengah jembatan. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap kekuatan konstruksi jembatan yang telah berusia lama.
“Kalau hari libur atau Sabtu dan Minggu biasa padat kendaraan, sehingga biasanya macet di tengah jembatan. Khawatir jembatan apakah kuat atau tidak ketika ada beban tersebut,” ujarnya.
Selain itu, aspek keamanan juga menjadi perhatian. Minimnya pengawasan di lokasi dinilai berisiko, meskipun saat ini telah tersedia penerangan.
“Kalau segi keamanan lokasi tak ada penjaga berisiko. Kalau memilih lebih amanan ada penjaga,” katanya, menjelaskan.
Faktor cuaca turut memperparah risiko. Permukaan papan kayu jembatan yang basah akibat hujan menjadi licin dan rawan menyebabkan kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
“Seringkali papan Jembatan Cirahong terkena air hujan licin, sehingga ada yang pernah terpleset. Sehingga ketika hujan harus berhati-hati ketika melintasi Jembatan Cirahong tersebut,” ujarnya.
Baca Juga:Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya Karom Apresiasi Respons Pemda Soal Skema Gaji PPPK Paruh WaktuSSF Bersama Jampidum Menebar Kebaikan di Tasikmalaya, Bagikan Ratusan Sembako dan Santuni Anak Yatim
Wawan menilai keberadaan penjaga tetap diperlukan, tidak hanya untuk keamanan, tetapi juga untuk mengatur arus kendaraan agar kembali bergantian.
“Juga untuk mengatur keluar masuk kendaraan. Karena lebih amannya bergantian keluar masuk kendaraan,” katanya, menjelaskan.
