RADARTASIK.ID – Juventus dikabarkan sudah bersiap melakukan revolusi besar pada bursa transfer musim panas mendatang.
Setelah menjalani musim yang lebih banyak diwarnai hasil buruk, manajemen Bianconeri mulai merancang perombakan skuad demi mengembalikan daya saing tim.
Situasi semakin kompleks setelah pergantian pelatih di tengah musim, dari Igor Tudor ke Luciano Spalletti.
Baca Juga:AS Roma Dibantai Inter Milan, Gasperini: Tim Ini Perlu Diperkuat, Bukan DihancurkanBrocchi Bantah Tiki-Taka Hancurkan Sepakbola Italia: Filosofi yang Penting Menang Ketinggalan Zaman
Pelatih asal Certaldo itu kini dibebani target membawa Juventus kembali ke Liga Champions, yang menjadi kunci penting dalam perencanaan musim depan.
Finis di posisi empat besar akan sangat menentukan. Tiket Liga Champions diperkirakan bernilai antara €70–80 juta atau sekitar Rp1,19 triliun hingga Rp1,36 triliun (kurs €1 = Rp17.000).
Dana sebesar itu sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi keuangan klub sekaligus mendukung aktivitas transfer.
Namun, peluang Juventus belum sepenuhnya aman. Mereka masih bersaing ketat dengan AS Roma dan Como dalam perebutan posisi empat besar.
Karena itu, strategi transfer akan sangat bergantung pada hasil akhir musim.
Terlepas dari itu, manajemen Juventus sudah menyiapkan rencana alternatif: menjual sejumlah pemain untuk menambah pemasukan.
Nama-nama seperti Jonathan David, Lois Openda, dan Teun Koopmeiners masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dilepas.
Baca Juga:Legenda AC Milan Takjub dengan Penampilan Marcus Thuram: Saya Bersyukur Dulu Menghadapi AyahnyaDibantai Inter Milan 5-2, Sabatini: AS Roma Tak Terlihat Seperti Tim Gasperini
Menurut laporan Calciomercato, ketiganya gagal memenuhi ekspektasi meski datang dengan reputasi besar.
Juventus berharap bisa mendapatkan dana segar dari penjualan mereka sekaligus mengurangi beban gaji klub.
Kasus paling menarik adalah Koopmeiners. Gelandang asal Belanda itu didatangkan dari Atalanta dengan biaya tinggi, namun performanya dinilai belum memuaskan.
Saat ini, ia memiliki beban biaya tahunan sebesar €16,2 juta atau sekitar Rp275,4 miliar, yang terdiri dari amortisasi €10,3 juta (Rp175,1 miliar) dan gaji kotor €5,9 juta (Rp100,3 miliar).
Juventus diperkirakan tidak akan bisa menutup seluruh investasi tersebut, tetapi tetap berharap mendapatkan setidaknya €30 juta atau sekitar Rp510 miliar dari penjualannya.
Situasi berbeda terjadi pada Jonathan David. Striker asal Kanada itu direkrut dengan status bebas transfer, namun tetap membebani keuangan klub.
Ia memiliki nilai amortisasi €2,5 juta (Rp42,5 miliar), ditambah bonus tanda tangan dan biaya agen sebesar €12,5 juta (Rp212,5 miliar). Gaji kotornya mencapai €11,1 juta atau sekitar Rp188,7 miliar per tahun.
